Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat di Dalam Al-Qur'an (21)

Kehidupan Nabi Yusuf di Rumah Pembesar

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018 | 10:37 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SETELAH Nabi Yusuf hidup di dalam keluarga kerajaan, terjadi perubahan suasana di dalam rumah sang peja­bat. Nabi Yusuf selain se­makin menampakkan ket­ampanannya yang luar biasa, juga menunjukkan tanda-tanda kecerdasan yang tiada taranya saat itu. Bukan hanya cerdas memahami hal-hal yang bersifat fisik duniawi tetapi hal-hal yang bersifat spiritual, di luar jangkauan akal pikiran biasa. Ia mampu memprediksi dan menganalisis mimpi dengan tepat, sebagaimana dilukiskan dalam ayat: "Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demiki­anlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S. Yusuf/12:22). Termasuk keutamaan Nabi Yusuf ialah ahli ta­bir mimpi: "Dan demikian pulalah Kami mem­berikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan ke­padanya tabir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya." (Q.S. Yusuf/12:21).

Semakin hari Yusuf semakin tumbuh dewa­sa dan tampan. Akhirnya istri sang majikan se­makin tertarik kepadanya. Suatu saat, sang is­tri pejabat ini tidak kuasa menguasai nafsunya, akhirnya ia menjebak Yusuf untuk melakukan 'sesuatu' di kamar pribadinya. Dalam Al-Qur'an dilukiskan sebagai berikut:

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menun­dukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. Sesungguh­nya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tu­hannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Ses­ungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain dipenja­rakan atau (dihukum) dengan azab yang pe­dih?" Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan se­orang saksi dari keluarga wanita itu memberi­kan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf ter­masuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita it­ulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar." Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguh­nya tipu daya kamu adalah besar." (Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mo­hon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah." (Q.S. Yusuf/12:23-29).


Drama istri pejabat dengan Nabi Yusuf be­gitu rinci diceritakan dalam Al-Qur'an. Seolah-olah naskah tersebut di atas dapat difilmkan. Pemeran utamanya ialah Nabi Yusuf dan Zu­laikha. Pemeran pembantu di situ ada sang suami dalam tafsir disebut namanya Qiftir, para saudara Nabi Yusuf dan serombongan kafilah saudagar yang menjual Yusuf kepada keluar­ga istana. Kiranya kisah ini membuat kita ter­cengang bahwa ternyata skandal istri pejabat bukan hanya terjadi sekarang, tetapi di masa lampau juga sudah pernah terjadi. Berhati-ha­tilah menjadi pejabat dan menjadi istri peja­bat, pasti selalu ada godaan di dalam berbagai bentuknya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya