Berita

Budi Waseso/Net

Wawancara

WAWANCARA

Budi Waseso: Kalau Menteri Perdagangan Mau Kantornya Dipakai Jadi Gudang, Silakan Impor Beras...

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan, saat ini stok beras Bulog melimpah. Bahkan, saking melimpahnya, kata dia, Bulog sampai harus meminjam gudang pihak lain untuk menyimpan stok beras tersebut.

Di sisi lain, bekas kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini memaparkan, Bulog akan melakukan operasi pasar dengan menggelontorkan be­ras ke daerah-daerah dengan stok terbatas dan mengimbangi guyuran beras tersebut dengan optimalisasi penyerapan gabah petani untuk menjaga stok. Lantas, dengan stok beras yang melimpah, apakah pemerintah akan kembali impor beras? Berikut penuturan Kepala Perum Bulog, Budi Waseso seleng­kapnya:

Untuk cadangan beras Bulog saat ini sebenarnya berapa banyak sih?
Hingga saat ini cadangan be­ras Bulog 2,3 juta ton.

Hingga saat ini cadangan be­ras Bulog 2,3 juta ton.

Terus yang sudah digelontorkan Bulog berapa banyak?

Sudah 344 ribu ton beras melalui operasi pasar di ber­bagai wilayah Indonesia secara berkala. Jadi, operasi pasar ini akan diawasi langsung jajaran direksi dan semua kepala divisi regional terkait. Kita memang menginginkan operasi pasar seperti ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat sehingga fokus akan kami titik beratkan pada keseimbangan supply dan demand di daerah-daerah kritis. Mulai dari Kadiv regional sampai dirut akan sidak untuk memastikan agar beras kita sampai di tujuan.

Lantas apa alasan lain dari Bulog melakukan operasi pasar?

Ya operasi pasar ini merupakan bagian dari penugasan pe­merintah yang diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas bidang pangan. Rapat itu menginstruk­sikan kita, Bulog untuk melaku­kan intervensi pasar. Meski demikian, Bulog tetap akan mengimbangi cadangan beras nasional dengan melakukan penyerapan gabah petani untuk memastikan bahwa cadangan beras nasional tetap cukup dan petani tidak terdampak atas operasi pasar yang kita lakukan.

Lantas apakah saat ini diperlukan impor besar?
Boleh kata ada perintah (im­por, red) sampai 1 miliar ton pun kepada saya sebagai pelaksana, tapi saya harus tahu persis kebu­tuhan dan situasinya seperti apa, perlu atau tidak.

Insya Allah, perhitungan sa­ya sampai akhir tahun tidak perlu impor. Perintah kemarin dari Menteri Koordinator Perekonomian (Darmin Nasution) dan Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) bahwa kami harus impor 1 juta ton, tapi kami mau taruh di manaberas itu? Kecuali Menteri Perdagangan menyiapkan gu­dang atau kantornya beliau mau dipakai jadi gudang be­ras. Perhitungan saya sampai akhir tahun tiga juta ton. Ini yang membuat saya pening, karena harus menyiapkan gudang tam­bahan kalau tidak terserap per harinya 15 ribu ton.

Untuk itu, saya juga akan menggaet mitra lokal untuk mendukung divisi regional guna memastikan bahwa beras sampai ke daerah strategis. Beras me­dium siap kami salurkan dengan harga Rp 8.500 per kilogram ke konsumen untuk wilayah 1 yaitu Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi.

Memang berapa sih kapa­sitas gudang Bulog sehingga harus menyewa gudang milik pihak lain?
Saat ini kapasitas gudang Bulog mencapai 2,3 juta ton, namun ada gudang-gudang yang sedang dalam perbaikan dan ada juga ruangan untuk proses ke­mas beras, sehingga menyebab­kan kapasitas berkurang. Nah atas dasar itu, Bulog menambah sewa gudang seperti menyewa gudang milik TNI.

Kalau melihat situasi penga­dan masih masuk. Dalam negeri itu 400 ribu ton per hari panen dari Sulawesi Selatan masih tinggi. Tapi tempatnya tidak ada. Jadi sewa gudang TNI AU di Halim.

Berarti tahun depan Indonesia tidak akan kekurangan stok beras lagi?
Insya Allah, justru jangan-jan­gan tahun depan bisa ekspor.

Oh ya, bagaimana denganharga beras Bulog di pasa­ran, apakah akan ada perubahan harga sehingga be­ras Bulog bisa lebih laris di pasaran?

Kami maksimal jual itu kan sekarang maksimal Rp 8.750 per kg. Kami akan turunkan kembali harga beras dari Bulog yang ecerannya kita drop kepada pengecer dengan pembelian pengecer itu Rp 8.250 per kg. Harapannya sampai ke tingkat pembeli maksimal Rp 8.500 per kg.

Untuk itu, saya berharap se­luruh pengecer menghubungi Bulog di seluruh Indonesia, kan ada, barangnya ada. Kami yang akan ngedrop, tidak usah datang ke Bulog. Supaya hemat biaya, waktu, berapa banyak pun kami berikan. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya