Berita

Mochammad Afifuddin/Net

Wawancara

WAWANCARA

Mochammad Afifuddin: Cuma 6 Juta Sekian Data Pemilih Yang Ganda, Nanti Kita Cermati Bersama KPU

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 | 08:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bawaslu mengakui telah me­nemukan banyak pemilih ganda di Daftar Pemilih Tetap (DPT) di seluruh Indonesia. Pihaknya hingga saat ini terus melakukan verifikasi atas temuan tersebut sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali men­emukan pemilih ganda pemilu 2019 usai diberikan Daftar Pemilih Tetap atau DPT oleh Komisi Pemilihan Umum pada 5 September 2018. Penemuan data pemilih ganda kali ini lebih rendah dibandingkan penemuan data pemilih ganda beberapa waktu lalu yang men­capai 25 juta orang dari 137 juta data pemilih yang diterima dari KPU.

Adapun data ganda yang ditemukan mencapai 6.317.023 dari 185 juta atau lebih rendah da­ta yang sebelumnya dibeberkan PKS sebanyak 25 juta, meskipun data itu berasal dari Daftar Pemilih Sementara atau DPS. Komisioner Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia, Mochammad Afifuddin, mengatakan hingga saat ini sudah ada 285 Kabupaten/Kota diveri­fikasi.


Hal itu dilakukan selama lima hari bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hing­ga tingkat daerah.

Menurut dia, ada beberapa jenis kegandaan data pemilih, antara lain adalah NIK satu tapi terdaftar sebagai pemilih se­banyak tiga kali dan alamatnya sama. Lalu, ada data orang yang sudah meninggal masih masuk daftar pemilih tetap.

Berikut penuturan Komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin selengkapnya :

Soal daftar pemilih ganda kalanjutannya bagaimana?
Bawaslu sudah menyampai­kan ke KPU.

Oh apa yang disampaikan Bawaslu?
Kita menyampaikan data yang 1 jutaan dan sedang dicek sama KPU. Data lainnya juga akan kami sampaikan dan nanti dicer­mati bersama

Dari salah satu koalisi me­nyebutkan memiliki data hing­ga 25 juta pemilih ganda?
Sudah diklarifikasi enam juta sekian kok.

Tapi kenapa ada perbedaan data dengan milik KPU?
Itu hanya karena rekap data yang berbeda. Di mana data ganda 25 juta masih dalam bentuk pemilih sementara dan KPUlebih pada rekapitulasi berjenjang dari daerah.

Terus apa itu sudah diper­iksa oleh Bawaslu?
Pendataan itu kita harus langsung lihat di lapangan, keg­andaan data di KPU harus juga diverifikasi di tingkat kabupaten/kota, setelah itu baru diberikan rekomendasi. Jadi kita bersihkan sekarang ini, dibanding nanti orang menyoal.

Dan verifikasi ini kita juga lakukan pada orang yang ber­hak memilih tetap tak masuk daftar pemilih tetap, ini akan kita masukkan juga. Kami nggak mau berandai, data yang kami periksa yang kemudian kami temukan dan sampaikan ke KPU untuk sama-sama dicermati.

Apakah data tersebut masih bisa diubah?

Masih bisa diubah.

Namun apakah DPT terse­but akan berubah?
Pasti, karena kan masih belum 100 persen kabupaten/kota. Kalau kita lihat, ini hampir rata, hanya saja jumlahnya ada yang banyak sekali, ada yang banyak saja.

Terus jika benar ditemukan data pemilih ganda, apakah akan ada sanksi untuk KPU? Jika ada, sanksinya seperti apa ya?
Kita sisir bersama untuk kebaikan dan validnya DPT. Yang penting kesepakatan dan keinginan kita adalah keingi­nan untuk menjaga kemurnian hak pilih. Yang penting kita bersihkan apa yang DPT gan­da, apa yang tidak memenuhi syarat. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya