Berita

FKPPI/Ist

Politik

FKPPI Imbau Anak Negeri Tak Terpecah Akibat Pilihan Politik

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 17:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keluarga besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) menjadikan hari jadi ke-40 sebagai momen refleksi bagi eksistensi organisasi dalam memberi kontribusi bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

"FKPPI sebagai organisasi kemasyarakatan yang dari awal pembentukannya memang berkomitmen untuk mengawal dan mengamalkan Pancasila, tentu merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam merevitalisasi Pancasila. Harus disadari bahwa FKPPI mempunyai kemampuan untuk itu, karena kita memiliki modal sosial dengan pengalaman dan infrastruktur organisasi yang sangat luas," ujar Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo.

Hal itu disampaikan Pontjo saat memberikan sambutan membuka diskusi panel bertema 'Rembug Nasional Untuk Persatuan Sebagai Antisipasi dampak Negatif Pilpres 2019' di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (12/9) kemarin.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan HUT FKPPI, selain kegiatan sosial dan diklat bela negara.

Pontjo berpendapat bangsa Indonesia sedang memasuki tahun politik, dan tahun depan akan menghadapi pemilihan presiden dan wakil presiden. Ia sadar bahwa kader-kader FKPPI ada di berbagai partai politi, karena hal itu adalah merupakan hak azasi setiap warga negara.

Namun sebagai organisasi kemasyarakatan yang memperjuangkan keutuhan bangsa ini, tentu dirinya tidak ingin hanya karena perbedaan pilihan dalam pemilu lantas memecah belah organisasi FKPPI.

"Hal ini perlu saya ingatkan karena pengalaman pada pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017 yang lalu telah menyebabkan terjadinya polarisasi yang sangat tajam dalam masyarakat kita bahkan masih berkembang sampai saat ini jauh setelah pilkada selesai. Konflik yang terjadi ini, ternyata tidak saja telah merusak pertemanan, persaudaraan, bahkan berdampak hingga ke lingkungan kerja. Saya berharap hal itu tidak terjadi pada kader FKPPI. Silahkan berbeda pilihan, tapi kembalilah ke 'Rumah Bersama' kita FKPPI, karena organisasi kita adalah alat pemersatu dan alat untuk mencapai tujuan bersama,' imbau Pontjo.

Pontjo juga meminta seluruh jajaran FKPPI agar berperan lebih aktif dan lebih mandiri dalam membangun kerja sama dengan elemen-elemen bangsa lainnya, untuk menangkal isu-isu negatif yang dapat memperlemah rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kita harus mampu menjalin kekuatan bersama keluarga besar TNI-Polri maupun elemen bangsa lainnya umtuk memberikan masukan dan kontribusi dalam rangka menyelesaikan permasalahan bangsa Indonesia yang kita cintai," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Amir Karyatin menjelaskan bahwa rangkaian kegaiatan memperingati hari jadi diawali dengan kegiatan sosial pemeriksaan kanker payudara dengan metode mamografi bagi kaum perempuan pada tanggal 4 September 2018 di Panglima Polim, Jakarta.

Dilanjutkan, pagi 12 September, tabur bunga di TMPN Kalibata, lantas penandatanganan naskah kerjasama antara FKPPI dan Kemensos yang dilakukan oleh Pontjo Sutowo dengan Agus Gumiwang Kartasasmita di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, dan disambung dengan Diskusi Panel dalam dua sesi dengan tema 'Rembug Nasional untuk Persatuan Sebagai Antisipasi Dampak Negatif Pilpres 2019' yang dihadiri lebih dari 800 peserta dari berbagai elemen termasuk mahasiswa.

Diskusi tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar (Ketua Umum Pepabri), DR. Syahrul Yasin Limpo (Tenaga Ahli KSP), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnarki (Ketua Umum PPAD), Prof. DR. Bambang Wibawarta (UI), Dr. R. Siti Zuhro (LIPI), M. Najib Azka, Ph.D., Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR), Titiek Soeharto, Komjen Pol Ari Dono (Wakapolri), dan Brigjen TNI (Mar) Purnomo (Wa Aster Panglima).

"Rencana akan kita tutup dengan Jambore dan Diklat Bela Negara pada tanggal 7-9 Desember 2018, di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta," tandas Amir. [fiq]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya