Berita

Barisan Mahasiswa Jokowi/RMOL

Politik

Relawan Jokowi Nilai Demo Mahasiswa UIR Tidak Nyambung

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 21:42 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Barisan Mahasiswa Jokowi (BMJ) menilai unjuk rasa sekelompok mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) pada Senin kemarin (10/8) sebagai bentuk ekspresi yang biasa saja.

Meski demonstrasi menampilkan aksi teatrikal berupa pembakaran pocong yang disebut sosok Joko Widodo (Jokowi) serta diwarnai orasi-orasi keras, namun hal tersebut tidak spesial karena sudah merupakan tontonan keseharian.

"Tak ada hal yang luar biasa dari demonstrasi tersebut. Selain cuma bikin macet jalan raya dan teriak sana-sini tapi minim narasi dan solusi. Mungkin saja yang demo terlalu bersemangat sehingga lupa akan konteks dan substansi persoalan yang diangkat," jelas Dewan Pembina BMJ Pagar PS kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/9).


Menurutnya, demonstrasi mahasiswa tersebut terjadi selang sepekan setelah kunjungan bakal calon wapres Sandiaga Uno yang memberikan kuliah umum di Kampus UIR, Pekanbaru. Sehingga, bukan tidak mungkin aksi tersebut ada kaitannya dengan kedatangan Sandi.

"Biar publik sajalah yang menilai apakah ada kaitan kunjungan Sandiaga ke kampus itu sebelum demo digelar. Ya semoga saja tak ada yang menunggangi demo tersebut. Mahasiswa silahkan kritis tapi juga harus objektif. Harus juga jaga independensi dan menolak jika ada yang mengorder. Kampus jangan dipolitisasi apalagi dimobilisasi untuk politik praktis dan pragmatis," ujar Pagar.

Selain itu, dia menilai bahwa tuntutan mahasiswa agar Presiden Jokowi dicopot tidak masuk akal sementara isu yang diangkat yakni stabilkan perekonomian bangsa, selamatkan demokrasi Indonesia, dan usut kasus korupsi PLTU Riau-1.

Menurut Pagar, ekonomi Indonesia justru masih tangguh menghadapi gejolak ekonomi dunia.

"Pelemahan mata uang juga dialami oleh negara-negara lain. Bahkan, rupiah tidak mengalami depresiasi yang parah seperti Turki dan Malaysia," katanya.

Soal demokrasi Indonesia yang menurut mahasiswa harus diselamatkan, saat ini justru demokrasi sudah kebablasan.

"Bahkan demokrasi kita sudah liar dan jauh dari karakter ke-Indonesia-an yaitu Pancasila. Ketika pemerintah ingin mengaturnya,  justru dituduh kriminalisasi dan melanggar HAM," ujar  Pagar.

Sementara, terkait korupsi proyek PLTU Riau-1 adalah ranah hukum. Bahkan dalam kasus tersebut, Presiden Jokowi bersikap tegas dengan mempersilakan Mensos Idrus Marham mundur karena sudah berstatus tersangka.

"Saat pemerintahan terdahulu, menteri korupsi ngotot tak mau mundur. Bahkan mengaku dizolimi untuk membela diri," tegas Pagar. [wah] 

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya