Berita

Raja Juli Antoni (tengah)/Net

Politik

Ricky Tamba Sarankan Sekjen PSI Belajar Politik Santun

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 11:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP) #2019PrabowoPresiden mengecam keras pernyataan petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menuduh perkumpulan GNPP bersiasat busuk saat mendaftarkan legalitas badan hukum ke Kemenkum HAM dengan nomor AHU-0010834.AH.01.07.TAHUN 2018.

GNPP menyayangkan lemahnya pengetahuan hukum Sekjen PSI Raja Juli Antoni sehingga melontarkan tuduhan sumir, yang ditengarai seakan untuk mencari muka ke rezim Joko Widodo.

"Kok bisa ya selevel Sekjen PSI tak mengerti aturan hukum positif dan mekanisme teknis prosedural pendaftaran organisasi. Kami curiga dia tak pernah baca buku-buku hukum dan berbagai peraturan terbaru," ujar Sekretaris Presidium Pusat GNPP, Ricky Tamba melalui pesan elektronik, Selasa (11/9).


"Menuduh kami bersiasat busuk dan kebelet memenangkan Prabowo-Sandi, menandakan kedangkalan pemikiran dan ketidakdewasaannya, yang bisa jadi masih kurang jam terbang di medan politik Indonesia karena terlalu sibuk lama kuliah ke luar negeri," sebut dia menambahkan.

Ricky yang juga aktivis 98 tersebut menyarankan, sebaiknya PSI lebih fokus membesarkan partainya agar dapat lolos ambang batas Pemilu 2019, serta belajar berpolitik santun elegan tanpa harus menyerang banyak pihak di media, sebagaimana tertera di visi-misi PSI "Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman, Mengukuhkan Solidaritas. Indonesia adalah kepingan warna warni yang direkatkan oleh Solidaritas".

"Kami mencatat berulangkali Sekjen PSI ini senangnya bikin gaduh. Jangan begitulah kalau mau cari muka ke rezim Jokowi, lebih keren top kekinian bila Toni kerahkan kader-kader milenialnya turun ke pelosok pedesaan untuk sosialisasi dan kawal pelaksanaan program pembangunan pemerintah sekaligus bisa membantu memecahkan problem konkrit rakyat. Mari kita berpolitik dengan cara-cara yang bermartabat dan bermanfaat, Bro," tegas Ricky.

GNPP menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk menyambut pelaksanaan Pemilu serentak 2019 dengan riang gembira dan semangat kekeluargaan walau berbeda pilihan politik.

Kepada barisan relawan Prabowo-Sandi, GNPP mengajak untuk terus berjuang bersama membela rakyat menjaga NKRI tercinta dengan cara mensosialisasikan #2019PrabowoPresiden sebagai slogan dan simbol perjuangan, menciptakan suasana pemilihan umum yang aman, damai dan tertib, hingga tercapai kemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 melalui pemilu demokratis. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya