Berita

SBY/Net

Politik

SBY Sedang Pasang Jebakan Untuk Jokowi

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018 | 11:28 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Partai Demokrat disebut bermain dua kaki, ihwal pemberian izin khusus kepada DPD Demokrat Papua mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Sudah jadi tipikal Susilo Bambang Yudhoyono dan partai demokrat yang selalu main dua kaki di setiap perhelatan politik jika bukan keluarga inti SBY yang ikut dalam kontestasi pemilu," ujar M. Adnan Rara Sina Sekretaris Jenderal Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (10/9).

Ia mencontohkan, pada pemilu 2014, SBY menyatakan netral, padahal ada besannya Hatta Rajasa yang maju dan notabene ketua tim suksesnya pada pemilu 2009. Kemudian pada Pilkada DKI putaran kedua tahun 2017 lalu, setelah kalah lalu menyatakan netral.


Nah saat ini, sambung dia, dengan bahasa politik memberikan dispensasi seperti DPD demokrat Papua dan Sulawesi Utara untuk mendukung Jokowi adalah sebuah langkah politik yang harus disikapi hati-hati oleh Presiden Jokowi, bisa jadi ini hanya jebakan batman.

"Tipikal SBY yang menyusupkan kadernya di dua kubu hanya trik agar siapa pun yang menang, SBY dan demokrat pemenangnya sekaligus mencuri semua informasi di dua kubu untuk kepentingan SBY dan partainya sendiri," tambah dia.

Adnan menambahkan, koalisi Indonesia kerja tak usah terlalu menanggapi langkah SBY dengan politik dua kakinya ini, langkah SBY ini kami duga hanya untuk menyelamatkan keluarganya sendiri bukan untuk kepentingan bangsa.

"Namun rapuhnya koalisi Prabowo Sandi ini akan memudahkan proses pemenangan Jokowi kedepan, saat kubu Prabowo kelimpungan, koalisi Indonesia kerja terus maju dua langkah di depan apalagi dengan hadirnya Erick Tohir memimpin tim kampanye", tutup Adnan. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya