Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Langgar Yu Patmi Simbol Perjuangan Rakyat Kendeng Tolak Pabrik Semen

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018 | 08:46 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Perjuangan Patmi alias Yu Patmi menentang pembangunan pabrik semen di wilayah pegunungan kendeng terus dikenang. Ia meninggal dunia sesudah aksi pasung semen di depan Istana Negara.

Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) mengadakan pengajian umum dalam rangka peresmian Langgar Yu Patmi, Sabtu, 8 September 2018.

Gun Retno, aktivis JM-PPK, mengatakan lokasi berdirinya langgar itu tepat di atas rencana tapak pabrik semen.


"Juga berdiri tepat bersebelahan dengan Monumen Yu Patmi yang berada di desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Pati, di atas tanah milik pribadi almarhum Yu Patmi yang telah diwaqafkan oleh keluarganya kepada JM-PPK," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (10/9).

Gun Retno melanjutkan, langgar Yu Patmi terdiri dari dua lantai. Lantai bawah akan digunakan untuk berbagai kegiatan konsolidasi dan budaya sedulur tani Kendeng dalam perjuangan penolakan tambang batu kapur dan pabrik semen yang mengancam kelestarian Pegunungan Kendeng.

"Sedangkan lantai di atasnya digunakan sebagai tempat suci di mana kita sebagai manusia wajib mengucap syukur dan memohon ampunan serta berkah kepada Sang Khalik pencipta kehidupan ini," tambahnya.

Acara tersebut dihadiri KH Yahya Cholil Staquf (Katib Aam NU), KH Imam Azis (Ketua NU), Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian) dan Soesilo Toer (Penulis Puisi Yu Patmi).

"Perjuangan Yu Patmi menjaga bumi agar tetap lestari tidak untuk memikirkan dirinya sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak.Yu Patmi walau pun sebagai rakyat kecil berani mengingatkan banyak orang yang lupa dan abai dalam menjaga Bumi. Menjaga bumi adalah tanggung jawab kita bersama. Karena bumi sudah memberikan nikmatnya untuk kehidupan kita," ujar Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf.

Sementara itu, Ketua NU, KH Imam Azis mengatakan, Kendeng tak perlu pendirian pabrik semen, karena masyarakatnya sudah sejahtera.

"Masyarakat Kendeng sudah sejahtera tanpa adanya kegiatan penambangan. Seharusnya pemerintah daerah maupun pusat harus menghentikan izin-izin pertambangan dan membuat kebijakan yang pro lingkungan supaya Kendeng tetap lestari ," tambah Azis.

Kemudian, putri mendiang Gus Dur, Alissa Wahid menegaskan perjuangan Yu Patmi mengingatkan apa yang dilakukan almarhum ayahnya tersebut.

"Perjuangan Yu Patmi mengingatkan saya dengan almarhum Gus Dur. Dalam hidup dan dalam perjuangan semuanya tidak mudah. Karena kita bukan tokoh dalam dongeng, kita bukan tokoh mitos yang tidak takut. Kita tahu mengenal takut dan kita tahu rasanya takut. Walaupun ketakutan kita berusaha melompati pagar batas ketakutan, itu lah martabat kita, harga diri kita ditetapkan," ucap Alissa. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya