Berita

Politik

Cawe-cawe Proses Hukum Lukas Enembe, SBY Lakukan Abouse Of Power

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2018 | 09:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Cawe-cawe Proses Hukum Lukas Enembe, SBY Lakukan Abouse Of Power! Mantan Pengurus DPP Partai Demokrat Dr (can) Sri Mulyono mengingatkan agar Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin tidak perlu "bernostalgia" dengan mengatakan kebaikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Saya justru melihat komitmen besar yang luar biasa dari seorang Lukas Enembe, dan semestinya PD bangga pernah memiliki kader seperti Gubernur Papua yang baru dilantik untuk periode kedua tersebut" kata Sri Mulyono, Kamis malam (6/9).

Amir Syamsuddin mengingatkan Enembe tidak boleh lupa atas seluruh jasa partai, termasuk sang Ketua Umum Partai Demokrat SBY. Amir mengungkap setiap menghadapi persoalan berat yang juga mengancam dirinya, salah satunya proses hukum, pelarian Enembe hanya SBY dan Partai Demokrat. SBY beserta DPP partai pun turun membela mati-matian dan memberikan bantuan.


"Jika pernyataan Amir tersebut benar sebagaimana yang kita baca di media massa dan jika dilakukan saat SBY berkuasa, saya mengira telah terjadi abuse of power. Untuk penjelasannya tersebut tentu Amir Syamsudin lebih paham. Berbeda dengan yang selama ini saya ketahui, SBY bahkan membiarkan Menpora Andi Malarangeng dan besannya Aulia Pohan menyelesaikan proses hukum mereka sendiri," tegas tokoh muda yang pernah berseteru dengan SBY dan kepercayaan mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum ini.

Dengan terang Sri Mulyono menjelaskan, pilihan Lukas Enembe mendukung Jokowi adalah untuk kepentingan pembangunan Papua berkelanjutan yang saat ini sedang gencar dilakukan. Artinya dia mengutamakan kepentingan bangsa, kepentingan Papua diatas kepentingan partai dan diatas kepentingan pribadinya.

"Bisa juga yang dilakukan Lukas Enembe dan para kader lainnya sebagai jawaban dari penjelasan Amir sebelumnya bahwa mendukung Prabowo hanya akan menguntungkan Gerindra sementara PD tidak dapat apa-apa," ungkap Ketua Bidang Komunikasi Politik Relawan Jokowi (ReJO) ini.

Sebaiknya, kata dia, Amir Syamsuddin tidak perlu risau jika kader Partai Demokrat di daerah mengambil jalan yang mereka yakini pasca gagalnya AHY menjadi cawapres.

"Artinya di luar koalisi "minyak dan air" SBY dan Prabowo, PD punya kader yang akan menjadi ujung tombak memperjuangkan AHY pada pemilu berikutnya. Sekarang biarkan mereka berjuang keras menangkan Jokowi Ma'ruf-Amin," terang pria kelahiran Jawa Tengah ini.

"Rasanya kurang elok mengungkap kebaikan partai dan ketua umum ketika kader mendukung capres yang berbeda dengan partainya. Bisa jadi sebagai akibat dari capres dan cawapres yang diusung partai bukan yang diharapkan mereka," pungkas Sri Mulyono.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya