Berita

Rupiah/Net

Bisnis

Pelemahan Rupiah Harus Segera Direm

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 | 22:21 WIB | LAPORAN:

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini mengingatkan masyarakat atas krisis 1998. Namun, ada perbedaan signifikan di antara keduanya, yang mana pelemahan kali ini harus cepat diatasi.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, kondisi ekonomi nasional saat ini tidak bisa disamakan dengan krisis moneter yang melanda di tahun 1998 lalu.

"Kalau 98 itu overshoot dari kursnya Rp 2400 lompat sampai ke belasan ribu, kemudian stabil balik lagi ke equilibrium. Dulu orang panik beli dolar dan sebagainya makanya kursnya naiknya tidak wajar sedangkan sekarang pelan tapi pasti. Dan ini harus cepat direm," jelas Hary dalam keterangannya, Kamis (6/9).


Dia mengatakan, pelemahan rupiah juga dipengaruhi dari beberapa faktor. Seperti adanya unsur luar negeri, faktor fundamental dan faktor psikologis.

"Tapi yakinlah kalau ekonomi kita kuat penanganannya tepat sasaran dan cepat, kita tidak akan seperti sekarang," katanya.

Psikologi pasar juga harus ditenangkan dengan solusi konkret yang bisa meyakinkan. Di sisi lain, harus ada langkah-langkah jangka pendek, menengah dan panjang.

Menurut Hary, solusi jangka pendek konversi eksportir untuk membawa pulang hasil ekspor dan mengkonversinya ke dalam rupiah sebesar persentase dari konten lokal produk yang mereka ekspor. Kemudian meningkatkan investasi portofolio.

"Kita bisa bentuk tim khusus yang memahami permasalahan ekonomi, dunia usaha, industri untuk kantong-kantong keuangan dunia melalui roadshow seperti ke Asia, Eropa dan AS supaya mereka mau investasi ke Indonesia," tutur pengusaha nasional itu.

Sedangkan untuk jangka menengah, devisa negara harus kuat. Untuk itu, ekspor harus naik dna pengurangan kuota impor. Selain juga mendorong investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) dari luar negeri di zona ekonomi khusus.

"Saat perang dagang China dan Amerika Serikat sedang berlangsung, Indonesia bisa mendekati perusahan-perusahaan yang berada di China untuk investasi di Indonesia," ujar Hary.

Dia menambahkan, untuk menambah devisa, pemerintah bisa menggenjot sektor pariwisata. Di mana, saat ini baru 14 juta wisatawan asing berkunjung ke Indonesia tiap tahunnya. Jika bisa seperti Thailand yang jumlah wisatawan asingnya sekitar 30 juta orang maka akan ada sekitar Rp 300 triliun yang masuk menjadi devisa per tahun.

Terakhir, untuk langkah jangka panjang di mana masyarakat bawah harus dibangun dengan menjadi produktif, pencipta lapangan kerja baru, dan pembayar pajak baru. Caranya, dengan memberikan perlakuan khusus, seperti dana murah dengan akses mudah, pendampingan, pelatihan dan proteksi agar bisa tumbuh lebih cepat.

"Semua itu hanya bisa dilakukan dengan kebijakan," demikian Hary. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya