Berita

La Ode Muhammad Fattahila/Ist

Kesehatan

Gejala Stroke TIA Bisa Dicegah Lewat Metode CERDIK

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018 | 19:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penyakit yang melibatkan gangguan otak tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasien yang mengalami gejala tersebut harus segera mendapat pertolongan di rumah sakit.

Salah satu penyakit yang melibatkan gangguan otak tersebut adalah stroke. Ahli saraf dari RS Siloam Buton, La Ode Muhammad Fattahila menjelaskan bahwa stroke merupakan penyakit yang terjadi karena pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

"Gejala stroke biasanya terdeteksi setelah pasien mengalami gangguan seperti kelumpuhan atau kesadaran menurun setelah 24 jam," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (4/8).


Namun demikian, ada juga sejumlah kasus gejala stroke dengan tanda kelumpuhan, tetapi akan membaik dalam 24 jam setelah kejadian. Gejala ini dinamakan dengan Transient Iskemik Attack (TIA). Penderita tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, dislipidemia kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, dan stress memiliki risiko terkena TIA semakin tinggi.

"TIA tidak menyebabkan kerusakan permanen pada otak namun merupakan alarm atau peringatan serius terhadap serangan stroke yang tidak boleh diabaikan," jelas La Ode.

Pencegahan dini TIA bisa dilakukan dengan metode CERDIK, yang merupakan kependekan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola stres,

Sementara itu, Kepala UGD RS Siloam Buton, Alsyahrin Manggala menjelaskan bahwa penderita stroke, masalah jantung, dan kecelakaan menjadi yang paling dominan ditangani di rumah sakitnya.

"Setiap bulan terdapat 6 hingga 7 pasien di UGD karena terkena stroke tersebut," jelasnya. [fiq]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya