Berita

Kaos #2019GantiPresiden/Net

Politik

#2019GantiPresiden Sebatas Ide Perubahan Seperti Slogan Turunkan Soeharto

SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 | 15:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gerakan #2019GantiPresiden bukan sesuatu yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan makar. Sebab, gerakan itu berisi keinginan dan ide demokrasi yang tumbuh di masyarakat.

Begitu kata Ketua Umum DPP Garda NKRI, Haris Pertama dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/9).

“Tidak elok kemudian gerakan berserikat dan berkumpul yang dijamin dalam UU itu dilarang-larang apalagi sampai terjadi persekusi. Sebab #2019GantiPresiden bukanlah gerakan makar," ujarnya.


Haris menjelaskan bahwa gerakan itu tidak pernah ditemukan adanya upaya angkat senjata dan penggalangan massa untuk menyerang dan menguasai jantung kekuasaan pemerintah yang sah.

Menurutnya, gerakan ini sama saja dengan ide dan slogan perubahan pada rezim orba dulu, seperti slogan “Turunkan Soeharto”, “Turunkan Gusdur” atau gerakan cabut mandat di era SBY.

“Substansinya sama saja, bahkan saya melihat gerakan ini malah memilih menggunakan momentum 2019 saat pilpres sebagai mekanisme yang sah dan konstitusional untuk mengeksekusi harapan mereka itu, jadi itu adalah ide dan gerakan yang tidak mesti dihalang-halangi dengan cara-cara kampungan,” bebernya.

Harus menilai bahwa bagian yang terpenting adalah kelompok Pro Jokowi mesti melahirkan cara cerdas dan santun untuk mengambil atensi publik, salah satunya dengan data dan fakta sejumlah prestasi baik dan monumental yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi-JK.

Pengurus DPP KNPI ini meminta agar demokrasi tetap dijaga. Ide dari masyarakat tidak boleh dibegal karena keinginan berkuasa dengan cara-cara lama seperti menggunakan tangan aparat atau bahkan sengaja membenturkan kelompok masyarakat bahkan main hakim sendiri.

"Justru cara oknum pemerintah merespon gerakan 2019Ganti Presiden itu menjadi kampanye negatif bagi pemerintahan Jokowi yang selama ini kita kenal sebagai pribadi yang demokratis, santun dan beradab,” bebernya ketua Presidium Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) tersebut. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya