Berita

Jokowi/Net

Politik

Sekalipun Berkuasa 3,5 Periode, Mustahil Jokowi Kejar Proyek Trans Papua Era SBY

SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 | 15:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tokoh Papua Natalius Pigai memastikan bahwa kritiknya terhadap pembangunan jalan Trans Papua era Joko Widodo dilontarkan berdasarkan fakta dan data.

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimbun dari pemerintah daerah dan data lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Papua dan Papua Barat, Jokowi hanya membangun jalan sepanjang 827 km dari 11 ruas jalan yang dibangun.

Sementara Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil membangun 3.444 km selama sepuluh tahun.


Itu artinya, pembangunan Trans Papua era SBY jauh lebih panjang jika dibandingkan dengan di era Jokowi.

“Dari data-data itu menegaskan bahwa saya selalu memegang teguh integritas dan akuntabilitas setiap kata dan ucapan. Jika dicari di mesin pencari paling canggih ‘Google’ pasti tidak ada perbedaan perkataan dan perbuatan saya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (3/9).

Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM ini memastikan bahwa dirinya selalu memegang teguh prinsip tentang kebaikan bersama yang melintasi batas-batas segregasi suku, agama, ras dan antar golongan. Dengan kata lain, tidak ada masalah yang dia ungkap tanpa disertai data.

“Bukan pula pahlawan kesiangan yang hidup dari pencitraan,” jelasnya.

Dia menjabarkan bahwa pembangunan tol yang murni dibangun era Jokowi hanya tiga, yaitu Tol Bakauheni di Lampung, Tol Indralaya di Sumatera Selatan, dan tol di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Cuma media mengemas seolah semua tol oleh Jokowi. Dibangun opini seolah semua buatan Jokowi,” jelasnya.

Khusus Trans Papua, Natalius menilai bahwa Jokowi akan sulit menyamai prestasi SBY. Sebab, jika dibandingkan pembangunan Jokowi selama 4 tahun yang hanya 827 km masih jauh dibandingkan dengan SBY yang 10 tahun mencapai 3.444 km.

“Artinya, Jokowi menjabat sampai 3,5 periode juga nggak bakal terkejar,” pungkasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya