Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Gerindra Duga Dirut Pertamina Punya Peran Di Proyek PLTU Riau-1

SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 | 14:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati diduga kuat memiliki peran penting dalam penunjukan pemenang tender proyek PLTU Riau-1.

Hal ini seiring pemanggilan mantan direksi PT PLN itu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Senin (3/9).

“Sangat jelas peran Nicke Widyawati saat menjabat sebagai direksi PLN punya peran penting untuk menunjukkan pemenang tender,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya.


Arief yang juga ketua Serikat Pekerja BUMN Bersatu merasa yakin kasus suap dalam proyek pengadaan di BUMN selalu melibatkan jajaran direksi.

Dia bahkan merasa heran saat KPK tiba-tiba menggeledah rumah dan kantor Dirut PLN Sofyan Basir saat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih dan pengusaha Johannes B Kotjo tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Sebab keputusan pengaturan tender di BUMN seperti PLN biasanya dimulai dari direktur yang mengurus pengadaan proyek tersebut. Misalnya, Nicke Widyawati yang saat itu menjabat salah satu direksi PLN yang punya hubungan kuat dengan proyek tersebut,” jelasnya.

Arief menduga ada proses pembicaraan tender antara Nicke dengan Sekjen Golkar Idrus Marham yang kini menyandang status tersangka bersama dengan Eni dan Joehannes.   

“Karena memang Nicke Widyawati selama ini terkenal track record-nya sebagai direksi PLN yang punya jaringan kuat di parpol yang berkuasa. Sehingga karirnya moncer hingga bisa menduduki jabatan orang nomor satu di Pertamina, walau kemampuannya tidak mumpuni,” kata Arief.

Dia mendesak agar KPK serius dalam memeriksa keterlibatan Nicke di kasus ini.

“Jika sudah ada dua alat bukti yang kuat segera aja tetapkan jadi tersangka dan jangan takut pada tekanan politik,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya