. Presiden Joko Widodo harus turun langsung mengomandani para menteri di bidang ekonomi untuk mengatasi anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Jokowi dengan kondisi saat ini wajib turun tangan," kata Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha, Sabtu (1/9).
Anjloknya nilai tukar rupiah ke level Rp 14.700 per dolar AS adalah catatan terburuk pengelolaan ekonomi sepanjang orde reformasi.
"Publik sudah terlalu banyak kecewa dengan janji-janji yang tak kunjung realisasinya, dan pembuktian Jokowi sebagai presiden di saat-saat terakhir harus mampu menyelamatkan keterpurukan kondisi ekonomi Indonesia," terang Panji.
"Publik sudah terlalu banyak kecewa dengan janji-janji yang tak kunjung realisasinya, dan pembuktian Jokowi sebagai presiden di saat-saat terakhir harus mampu menyelamatkan keterpurukan kondisi ekonomi Indonesia," terang Panji.
Jika tidak berhasil, lanjut Panji, semestinya Jokowi legowo menyerahkan jabatannya kepada orang yang lebih handal menguasai dan mengerti soal perekonomian Indonesia di Pemilu 2019.
[rus]
Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran
Senin, 16 Maret 2026 | 01:30
Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa
Senin, 16 Maret 2026 | 01:09
Port Visit di Cape Town
Senin, 16 Maret 2026 | 00:50
Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom
Senin, 16 Maret 2026 | 00:30
Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin
Senin, 16 Maret 2026 | 00:01
Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi
Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42
Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus
Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17
Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi
Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14
Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian
Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45
Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras
Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32
Selengkapnya