. Presiden Joko Widodo harus turun langsung mengomandani para menteri di bidang ekonomi untuk mengatasi anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Jokowi dengan kondisi saat ini wajib turun tangan," kata Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha, Sabtu (1/9).
Anjloknya nilai tukar rupiah ke level Rp 14.700 per dolar AS adalah catatan terburuk pengelolaan ekonomi sepanjang orde reformasi.
"Publik sudah terlalu banyak kecewa dengan janji-janji yang tak kunjung realisasinya, dan pembuktian Jokowi sebagai presiden di saat-saat terakhir harus mampu menyelamatkan keterpurukan kondisi ekonomi Indonesia," terang Panji.
"Publik sudah terlalu banyak kecewa dengan janji-janji yang tak kunjung realisasinya, dan pembuktian Jokowi sebagai presiden di saat-saat terakhir harus mampu menyelamatkan keterpurukan kondisi ekonomi Indonesia," terang Panji.
Jika tidak berhasil, lanjut Panji, semestinya Jokowi legowo menyerahkan jabatannya kepada orang yang lebih handal menguasai dan mengerti soal perekonomian Indonesia di Pemilu 2019.
[rus]
Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.
Sabtu, 18 April 2026 | 09:43
Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter
Sabtu, 18 April 2026 | 09:18
Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan
Sabtu, 18 April 2026 | 09:08
Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan
Sabtu, 18 April 2026 | 08:47
Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz
Sabtu, 18 April 2026 | 08:30
Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka
Sabtu, 18 April 2026 | 08:17
Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi
Sabtu, 18 April 2026 | 08:03
Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK
Sabtu, 18 April 2026 | 07:55
Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Sabtu, 18 April 2026 | 07:41
Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran
Sabtu, 18 April 2026 | 07:18
Selengkapnya