Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

China Batasi Video Game Demi Kurangi Tingkat Miopia Anak

SABTU, 01 SEPTEMBER 2018 | 06:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah China mengumumkan rencana untuk mengontrol video game sebagai respon terhadap meningkatnya tingkat rabun jauh atau miopia di antara anak-anak.

Langkah ini diambil dengan cara membatasi jumlah game online baru, membatasi waktu bermain dan mengembangkan sistem batasan usia.

Kebijakan itu diambil oleh Kementerian Pendidikan China pekan ini (Jumat, 31/8) setelah Presiden Xi Jinping awal pekan ini menyerukan perhatian nasional yang lebih besar pada kesehatan optik.


Dalam dokumen kebijakan itu, tingkat miopia yang tinggi pada kalangan anak-anak di China disebabkan oleh pemaparan ponsel dan perangkat elektronik lainnya serta kurangnya kegiatan di luar ruangan dan olahraga.

Dimuat BBC, merujuk pada sebuah laporan pada tahun 2015, tercatat ada 500 juta orang China menderita gangguan penglihatan.

China sendiri diketahui adalah adalah pasar game terbesar di dunia. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya