Berita

Didik Mukrianto/Net

Politik

Rupiah Merosot, Demokrat: Lupakan Kata Darmin Dan Sri Mulyani!

SABTU, 01 SEPTEMBER 2018 | 05:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Pada Jumat (31/8) nilai rupiah telah menyentuh angka Rp 14.700 per dolar AS.

Pemerintah menyalahkan faktor eksternal sebagai penyebab pelemahan tersebut. Meski begitu ada perbedaan pendapat antara Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang negara yang dijadikan biang kerok penyebab rupiah melemah.

Menko Darmin menyebut bahwa pelemahan itu dikarenakan krisis yang terjadi di Argentina.


"Itu karena ada permasalahan negara lain, di Argentina," kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Jumat (31/8).  

Sementara Sri Mulyani pada pertengahan bulan ini menyebut bahwa pelemahan rupiah disebabkan dampak dari pelemahan lira di Turki.

Menanggapi perbedaan pendapat itu, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto meminta publik untuk fokus berjuang menjaga ekonomi dan rupiah agar tidak semakin terpuruk. Dia juga meminta agar publik mengacuhkan alasan mencla-mencle yang disampaikan pemerintah.

“Apapun yang dikatakan Pak Darmin dan Bu Sri Mulyani lupakan. Ayo sama-sama berjuang untuk menjaga ekonomi dan rupiah kita agar tidak semakin terpuruk. Kata eyang saya sing waras ngalah (yang sehat mengalah),” ujarnya di akun Twitter @DidikMukrianto.

Menurut anggota Komisi III DPR RI itu, terpenting bagi pemerintah saat ini adalah segera memulihkan kondisi ekonomi Indonesia. Pemerintah harus punya langkah nyata agar rupiah tidak terjun bebas.

“Bukan alasan yang ingin kita dengar tapi langkah konkrit pemerintah!” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya