Berita

Meliadi Sembiring/Net

Wawancara

WAWANCARA

Meliadi Sembiring: UMKM Yang Terkena Dampak Bencana Lombok, Kita Berikan Keringanan Bunga

JUMAT, 31 AGUSTUS 2018 | 11:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Akses permodalan masih menjadi masalah utama yang di­hadapi oleh para pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya di sek­tor kerajinan tangan. Di sisi lain, persaingan usaha dewasa ini semakin ketat sehingga dibutuhkan kemudahan dalam mengakses permodalan.

"Kendala dihadapi terutama permodalan, pemasaran dan teknik produksi. (Masalah) permodalan ini nomor satu. Karena itu Dewan Kerajinan Tangan Nasional (Dekranas) memandang perlu pendanaan UMKM dan pembinaan, mengingat banyak potensi kerajinan di Maluku Utara, seperti tenun, kerajinan logam, batu bacan, dan sebagainya," kata Ketua Umum Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla ketika membuka acara Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional danTP PKK yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Selasa (28/8) di Ternate.

Lantas bagaimana tanggapan dari Kementerian Koperasi dan UMKM terkait hal ini? Berikut penuturan selengkapnya dari Sekretaris Menteri Koperasi dan UMKM, Meliadi Sembiring.


Beberapa hari lalu Ketua Umum Dewan Kerajinan Tangan Nasional, Mufidah Jusuf Kalla mempermasalah­kan akses permodalan untuk UMKM kerajinan tangan. Apa benar demikian?
Ya, kalaupun iya maka kami harus berusaha untuk membantu. Maka dari itu skim-skim yang ada itu pembiayaan totalnya sekarang kredit usaha rakyat (KUR) kan bunganya sudah 7 persen. Ada lagi kredit ultra mik­ro. Hal ini dalam rangka untuk itu semua. Ada juga Lembaga Pengelola Dana Bergulir. Jadi ini semua program pemerintah di bidang pembiyaan untuk membantu para pelaku UMKM di Indonesia. Terlebih di segala bidang bukan hanya di handy craft itu.

Memangnya alokasi anggaran handy craft sendiri berapa?

Ya KUR itu kan besar di seluruh Indonesia. Ultra mikro itu juga besar saya tidak hafal angkanya si. Tapi jumlahnya besar itu.

Sudah tersalur ke berapa daerah?
Kalau KUR kan ke semua daerah ada. Semua perbankan semua sudah ada kok.

Terkait Lombok bagaima­na cara Kemenkop UMKM mengembalikan gerakan ko­perasi yang hancur terkena gempa?

Iya itu namanya juga musibah. Tentu setelah tanggap darurat ada pengembalian meningkat­kan usahanya kembali. Nah, itu kami mencoba membantu bagaimana koperasi itu bisa kembali ke usahanya. Tapi ini kan tidak mudah. Karena kita baru menginventarisasi dan dari sisi restrukturisasi. Jadi yang terkena korban (gempa) itu akan direstrukturisasi melalui kerja sama dengan perbankan. Jadi nanti ada pinjaman kredit dari perbankan. Jadi ada solusinya dari mereka untuk memberikan jalan keluar terhadap si koperasi sendiri.

Jadi bukan melalui pen­dampingan dari Kemenkop UMKM?

Artinya begini, misalnya dia punya pinjaman dan dia terkena musibah (gempa) kemudian han­cur. Nah, apakah nanti fasilitas itu adalah menjadwalkan ulang atau keringanan bunga atau apa itu. Maka untuk itu bank-nya yang akan menilai. Jadi mem­berikan keringanan terhadap si koperasi dan UKMyang terkena dampak musibah tersebut.

Apakah tata cara pemin­jaman itu diatur juga oleh Kemenkop UMKM?
Tidak, Itu kan perbankan. Kalau pinjaman bank ya per­bankan itu yang akan membantu. Tapi kita sama-sama akan men­dorong itu semua.

Nominal Rp 50 juta tengah digulirkan pemerintah untuk membantu UMKM. Lantas kalau untuk edukasi teknologi bagaimana itu?

Kalau pelatihan kami ada juga namaya pelatihan di Deputi ESDM. Maka kami berikan ke­pada UMKM yang membutuh­kan. Bidang apa yang diperlukan maka diberlakukan pelatihan-pelatihan tersebut. Jadi arahnya kepada pelatihan.

Syaratnya apa?

Ya, cukup mengajukan ke ka­mi, dalam hal ini Deputi Bidang ESDM. Misalnya pelatihan apa yang dibutuhkan dan jumlahhya itu ada berapa, alokasinya di mana, dan bidangnya apa.

Targetnya berapa?

Target sebanyak-banyaknya. Saya tidak hafal itu pokoknya sejauh anggarannya masih ada. Karena itu jumlah rupiahnya bisa tetap tapi target UMKM bisa lebih banyak. Setidaknya bisa efisien di satu tempat maka bisa menambah jumlah UMKM. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya