Berita

Bisnis

Ekosistem GO-JEK Percepat Pertumbuhan Lebih Dari 442 Ribu UMKM

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 16:45 WIB | LAPORAN:

Pemanfaatan teknologi digital terbukti mampu mengakselerasi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Ini terungkap dari diskusi yang digelar Katadata Forum, di gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/8). Forum diskusi tersebut dihadiri oleh puluhan pemangku kepentingan dan pelaku usaha UMKM.

Meliadi Sembiring, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UMKM dalam sambutannya, mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian.

"Sekitar 98% perusahaan yang ada di Indonesia masuk kategori UMKM. Mereka terbukti memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. UMKM juga tercatat berkontribusi sebesar 60,34% kepada perekonomian nasional di tahun 2016," ujar Meliadi Sembiring.


Namun demikian, Pengamat UMKM, Erwin Panigoro mengungkapkan masih ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia.

Diantara tantang tersebut adalah kesulitan dalam mendapatkan modal awal, mendapatkan akses ke pasar, melakukan promosi dan marketing dan memperbesar (scale-up) bisnis mereka.

"Salah satu solusi yang dapat membantu UMKM tumbuh lebih cepat adalah melalui digitalisasi dan pemanfaatan teknologi. Tapi dari 59,2 juta UMKM, baru 3,79 juta yang memanfaatkan platform online dalam berbisnis, atau hanya 8% dari total UMKM di Indonesia," tutur Erwin Panigoro.

Pada kesempatan yang sama, Turro Wongkaren, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mengungkapkan keberadaan platform seperti GO-JEK bisa menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh UMKM.

"Keberadaan layanan GO-FOOD dari GO-JEK mendukung para UMKM untuk go-online, meningkatkan volume transaksi mitra UMKM, membuka akses langsung ke pasar (konsumen) serta meningkatkan aset usaha. Diperkirakan terdapat tambahan Rp 1,7 triliun per tahun yang masuk ke ekonomi nasional dari penghasilan mitra UMKM GO-FOOD." ucap Turro Wangkaren.

Nila Marita, Chief Corporate Affairs GO-JEK menambahkan, GO-JEK telah membantu lebih dari 442 ribu UMKM Indonesia menjawab tantangan pasar melalui ekosistem GO-JEK.

"Dengan teknologi yang ditawarkan oleh GO-JEK, pelaku UMKM berhasil memperluas akses ke pasar dan menjangkau lebih dari 96 juta konsumen yang telah mengunduh aplikasi GO-JEK. Tahun ini GO-JEK berkomitmen akan terus meningkatkan pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui teknologi yang kami miliki," kata Nila Marita.

Berkat kemudahan dan keterbukaan platform GO-FOOD, UMKM dengan omzet di bawah Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 15 juta dapat bersaing dengan perusahaan besar dengan modal yang relatif kecil.

UMKM tersebut dapat beroperasi secara efisien karena mereka dapat memanfaatkan ekosistem GO-JEK guna mengurangi biaya operasional. Selain itu, mereka pun dapat memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya investasi besar-besaran seperti membuat website. Saat ini di ekosistem GO-JEK terdapat 442.000 UMKM yang didukung oleh GO-FOOD, GO-SEND, dan GO-PAY.

"Dengan menjadi mitra GO-JEK, UMKM dapat dengan mudah dijangkau oleh lebih dari 96 juta konsumen yang telah mengunduh aplikasi GO-JEK di seluruh Indonesia. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya investasi besar untuk perluasan pasar. Melalui GO-SEND, UMKM pun dapat melayani pengiriman hingga ke depan pintu rumah konsumen tanpa harus mengeluarkan biaya besar membeli kendaraan pengantar," tambah Nila.

Melalui platform GO-FOOD, UMKM tidak memerlukan kemampuan khusus atau dana lebih untuk memasarkan produk mereka karena dibantu dengan algoritma teknologi targeted promotion kepada konsumen yang tepat, yang telah dikembangkan oleh GO-JEK.

UMKM dalam ekosistem GO-JEK terdukung dengan layanan yang dapat mendukung bisnis mereka, seperti GO-FOOD (memudahkan pelaku UMKM untuk mengakses pasar); GO-SEND (layanan logistik mengantar barang dan paket); GO-PAY (memudahkan konsumen dan penjual menerima pembayaran elektronik yang lebih efisien). [rry]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya