Berita

Menteri Amran/Net

Penindakan Benih Bawang Putih Palsu Bukti Mentan Pro Petani

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 14:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menindak importir benih bawang putih yang nakal menuai pujian.

Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Penggiat Hortikultura (Himaskultura) Cahyono Sudrajat menilai kebijakan Amran Sulaiman tersebut akan berdampak kepada perlindungan konsumem. Terutama kepada masyarakat yang sehari-hari mengonsumsi bawang putih untuk kebutuhan rumah tangga.

"Banyak isu beredar adanya bawang putih oplosan. Itu meresahkan masyarakat, merasa tidak terlindungi. Tapi gerak cepat Amran Sulaiman memerintahkan penindakan benih bawang putih palsu harus diapresiasi," ujar Cahyono lewat keterangan tertulis, Rabu (29/8).


Menurut Cahyono, Amran Sulaiman dan jajarannya perlu bersinergi pula dengan penegak hukum guna memberantas peredaran benih bawang putih palsu di pasaran.

"Kalau koordinasi dengan dinas pertanian di daerah sudah bagus, tapi perlu ditambah bersama kepolisian. Supaya bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya," ucap Cahyono.

Ketegasan Amran Sulaiman menindak importir benih bawang putih yang nakal juga menunjukkan keberpihakannya kepada petani lokal. Ketegasan itu juga dapat mendukung terwujudnya target produksi lokal bawang putih karena petani mempunyai benih unggulan.

"Ada pro petani dari Amran Sulaiman agar kita bisa swasembada bawang putih lagi. Kalau benihnya bagus, ikut berpengaruh positif ke panen nanti," kata Cahyono.

Dia turut menyoroti kewajiban tanam bawang putih di Indonesia oleh pelaku impor. Baginya, kewajiban itu penting untuk menjaga ketersediaan stok komoditas dalam jangka panjang.

"Kalaupun Indonesia belum bisa ekspor bawang putih sesuai target, minimal kita punya persediaan bawang putih untuk tahun-tahun ke depan. Jadi sudah cukup visioner perintahnya," ucap Cahyono.

Kementerian Pertanian telah meminta dinas pertanian di daerah agar mewaspadai dan menindak peredaran benih bawang putih palsu dari impor.

Kementerian Pertanian meminta agar diberikan pembekalan dan sosialisasi kepada importir bawang putih terkena wajib tanam dan berproduksi sesuai ketentuan Permentan 38/2017 dan Permentan 24/2018.

Selain itu, Kementan juga telah mengingatkan importir bawang putih segera menyelesaikan kewajibannya menaman di dalam negeri sampai batas akhir 31 Desember 2018.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencapai target Indonesia mampu swasembada bawang putih pada tahun 2021. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya