Berita

Hamdi Muluk/Net

Olahraga

Asian Games 2018 Senjata ‘Mentahkan' Pandangan Kaum Radikal

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 13:09 WIB | LAPORAN:

Gelaran Asian Games 2018 sejauh ini berjalan lancar dan aman.

Tidak hanya itu, Indonesia tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses prestasi. Sejauh ini Indonesia masih menempati peringkat empat dengan raihan 25 medali emas, 19 perak, dan 29 perunggu. China di urutan teratas dengan 99 emas, 65 perak, 48 perunggu, diikuti Jepang dan Korea.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi ‘senjata’ untuk mementahkan pandangan negatif kaum radikal yang sejak awal selalu nyinyir dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.


"Pandangan kelompok tersebut memang sempit. Makanya jadikan momen Asian Games ini untuk memerangi pandangan pandangan radikal itu. Buktinya apa yang mereka lakukan dengan menyebarkan fitnah dan propaganda semua ‘mentah’. Malah Asian Games ini mampu memperkuat persatuan dan kesatuan kita, bangsa Indonesia,” papar Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Hamdi Muluk di Jakarta, Rabu (29/8).

Menurut Hamdi, tidak hanya Asian Games, hampir semua kegiatan yang dilakukan pemerintah Indonesia, juga ‘diserang’ kelompok radikal melalui akun mereka di media sosial maupun di media siber. Mereka selalu ‘meniupkan’ narasi-narasi anti-Keindonesiaa yang menjadi bagian dari ideologi mereka, apakah itu yang berbasis agama maupun etnis.

Sala satu contohnya adalah mereka menilai acara pembukaan Asian Games 2018 tidak sesuai dengan ajaran Islam karena memperagakan simbol-simbol dan banyak atlet yang menggunakan pakaian terbuka. Juga Asian Games juga tidak mempunyai empat terhadap bencana gempa bumi di Lombok.

"Di mata mereka, negara Indonesia itu thogut (sesat), jadi semua atribut kebangasaan, burung garuda, bendera Merah Putih dianggapnya sesat, tidak sesuai ajaran islam. Padahal kalau dikaji secara komprehensif, ulama-ulama dulu yang menjadi founding father kita sudah sepakat dengan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila. Semua itu tidak ada sama sekali bertentangan dengan Islam. Islam dan kebangsaan itu sudah menyatu," terang Hamdi.

Yang pasti, tegas Hamdi, even olahraga seperti Asian Games 2018 adalah pemersatu bangsa. Bahkan dengan olahraga, orang bisa melupakan perbedaan kepentingan politik. [wid]
 

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya