Berita

Ilustrasi/RT

Dunia

AS Bersiap Lancarkan Provokasi Baru Ke Suriah

SELASA, 28 AGUSTUS 2018 | 11:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat kemungkinan memiliki rencana untuk melancarkan provokasi di Suriah untuk memukul pasukan pemerintah dengan serangan udara.

Begitu keterangan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia awal pekan ini (Senin, 27/8).

Peringatan itu muncul sehari setelah militer Rusia mengatakan mereka mendapat informasi tentang provokasi di pemerintahan Idlib Suriah, yang akan melibatkan serangan senjata kimia.


Amerika Serikat sebelumnya memperingatkan akan menanggapi serangan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah dengan serangan balasan, yang akan lebih kuat daripada yang terjadi April lalu.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah keterangan mengatakan pihaknya mencatat pengiriman ke Mediterania akhir pekan lalu dari kapal perusak rudal USS Ross yang membawa 28 rudal jelajah Tomahawk di atas kapal.

Pengiriman itu dilakukan setelah langkah serupa dari USS The Sullivans ke Teluk Persia dan pembom strategis B-1B Lancer ke pangkalan udara di Qatar.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa itu adalah bukti baru dari persiapan serta niatan Amerika Serikat untuk menggunakan provokasi di Suriah.

"Pelaksanaan provokasi ini, yang sedang dilakukan dengan bantuan dinas intelijen Inggris, dimaksudkan untuk menjadi alasan terakhir bagi Amerika Serikat, Inggris dan Perancis untuk mengirimkan serangan rudal terhadap fasilitas-fasilitas negara dan ekonomi di Suriah," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Jenderal Igor Konashenkov seperti dimuat Russia Today. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya