Berita

Gus Nuril/Net

Politik

Relawan Juara Siap Turun Tangan Cegah Perpecahan Bangsa

SELASA, 28 AGUSTUS 2018 | 09:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Relawan JokowI-KH Ma’ruf Amien Suara Hati Rakyat (Juara) menilai bahwa kondisi kebangsaan tengah memprihatinkan. Ini lantaran ada berbagai upaya dari sekelompok orang yang coba memecah-belah NKRI.

Atas alasan itu, Relawan Juara menggelar silaturahmi kebangsaan di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Sokotunggal, Jalan Sodong Raya 5, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (27/8) malam.

"Saya sengaja mengundang saudara saya yang bergabung dalam Relawan Juara untuk melakukan silaturahmi kebangsaan. Ini mengingat kondisi Kebangsaan kita sudah sangat memprihatinkan dan kebetulan saya adalah salah satu pembina Relawan Juara ini," ujar pembinan Relawan Juara, Gus Nuril dalam keteangan tertulisnya, Selasa (28/8).


Gus Nuril meminta para relawan yang tersebar di sejumlah provinsi untuk menahan diri dalam menghadapi #2019GantiPresiden. Relawan Juara tidak boleh terpancing dengan gerakan itu.

Namun jika kondisi sudah mengarah pada perpecahan antar sesama anak bangsa Juara diminta untuk turun tangan untuk mencegahnya

“Sebab persoalan bangsa bukan hanya urusan 2019 saja, tetapi keberlangsungan NKRI yang harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Sementara itu,  Sekjen Juara, Troy Pomalingo bahwa silaturahmi ini merupakan yang pertama digelar sejak Juara lahir pada 8 Agustus lalu.

"Ini Silaturahmi pertama dari Relawan Juara. Sebab kita baru berdiri bulan Agustus dan nama Juara ini entah suatu kebetulan atau memang pertanda diberikan oleh dewan pembina Juara Bapak Effendi Asnawi sehari sebelum pak Jokowi mengumumkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf,” urainya.

Dalam Pilpres 2019, Relawan Pemenangan Juara akan mengawal suara pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di semua TPS. Apalagi, para relawan telah dibekali dengan Aplikasi Saksi.

"Aplikasi Saksi ini hasil rancangan Bapak Sarwoto Atmosutarno Mantan Dirut Telkomsel yang juga sebagai Dewan Penasihat Relawan Juara," tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya