Berita

Politik

Pemerintah Mulai Resah, Pendukung #2019GantiPresiden Dibenturkan Gerombolan Anarkis

SENIN, 27 AGUSTUS 2018 | 08:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gerakan #2019GantiPresiden yang telah dideklarasikan di beberapa tempat mulai membuat resah calon presiden (capres) petahana Joko Widodo.

Aktivis #2019GantiPresiden Ahmad Dhani menyebut bahwa kini pemerintah menggunakan ide untuk membenturkan gerakan ini dengan massa anarkis. Pembenturan itu dilakukan dengan ditambah pembiaran dari aparat keamanan.

“Kemudian melakukan framing berita mainstream, seolah gerombolan anarkis tersebut adalah masyarakat yang menolak,” ujarnya dalam sebuah tulisan yang beredar di WhatsApp Group, Senin (27/8).


Semua itu, sambungnya, sebagaimana telah dialami dirinya yang dihadang di Surabaya dan inisiator #2019GantiPresiden Neno Warisman di Pekanbaru.

“Akhirnya saya mengalami semua itu, bukan cuma cerita dari Neno Warisman,” jelasnya.

Dia kemudian menjelaskan kronologi penghadangan tersebut. Kata Dhani, mobil komando yang disiapkan untuk menjemput dirinya telah dihadang oleh aparat. Sementara mobil milik demonstran penolak dirinya dibiarkan berada di depan hotel. Sehingga dia tidak bisa keluar dari hotel.

“Dan mereka berorasi di jalanan Car Free Day tanpa ada gangguan aparat. Curang, licik, dan culas,” sambung pentolan grup band Dewa 19.

Setelah deklarasi #2019GantiPresiden, baru mobil komando di depan hotel pergi dengan sendirinya. Aksi ini, sambung Dhani, telah diliput oleh timnya selama 2 jam.

“Sebagai sebuah operasi, ini adalah operasi yang sukses menggagalkan puluhan ribu massa yang datang dari seluruh penjuru Jawa Timur. Sukses juga sebagai negara demokrasi kriminal, aparat cuma sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan,” tukasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya