Berita

Iran/Net

Dunia

Mosi Tidak Percaya, Menteri Ekonomi Iran Lengser Dari Jabatan

SENIN, 27 AGUSTUS 2018 | 07:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Parlemen Iran satu suara memilih untuk melengserkan menteri ekonomi dari jabatannya di tengah krisis ekonomi yang terjadi.

Menteri Ekonomi Iran Masoud Karbasian ditargetkan oleh mosi tidak percaya atas masalah dalam sistem perbankan, peraturan pajak dan kegagalannya untuk memperbaiki ekonomi.

Langkah ini dilakukan tiga minggu setelah Menteri Tenaga Kerja Ali Rabiei digulingkan dalam proses serupa.


Karbasian kehilangan suara kepercayaan dengan 137 suara ke 121 dengan dua abstain. Hasilnya disiarkan langsung di radio negara.

Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani telah berjuang untuk mengendalikan kenaikan harga dan penurunan nilai mata uang.

Pengenaan kembali sanksi oleh AS setelah penarikannya dari kesepakatan nuklir 2015 telah memperparah krisis.

Presiden Rouhani, seorang moderat politik, sedang menghadapi kritik dari kelompok garis keras tetapi juga dari dalam blok reformis yang mendukung pemerintahannya.

Elias Hazrati, dari faksi Harapan reformis, termasuk di antara mereka yang melanggar pangkat untuk memilih pemecatan Karbasian.

Dia menuduh pemerintah gagal merencanakan dampak penuh sanksi.

"Kami belum siap dan kami tidak siap sekarang. Satu-satunya orang yang bisa kami tangani adalah menteri ekonomi. Kalau tidak, presiden harus diberhentikan," katanya dalam komentar yang dilaporkan oleh kantor berita AFP. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya