Berita

Dimas Oky/Net

Politik

Politik Kaum Muda Penentu Kemenangan Jokowi Di Pilpres

SENIN, 27 AGUSTUS 2018 | 06:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perkembangan dunia era digital memperlihatkan partisipasi dan kepemimpinan anak muda di berbagai sektor yang semakin meningkat. Dengan jumlah demografi yang membesar tak bisa dihindari pengaruh dan peran anak muda di Indonesia juga semakin kuat.

Setidaknya pengaruh dan peran anak muda itu akan terjadi pada  pada Pilpres dan Pileg 2019 mendatang, di mana suara pemilih muda berkisar 40 persen.

Pegiat gerakan kewirausahaan sosial, Dimas Oky Nugroho berharap bonus demografi populasi usia produktif dapat digunakan secara optimal dan dijadikan menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan politik Indonesia.


Dimas yang juga dikenal sebagai pengamat politik ini mengatakan persepsi dan pemahaman terhadap para calon presiden dan wakil presiden yang bertarung pada Pilpres 2019 di kalangan pemilih muda harus menjadi fokus perhatian Jokowi sebagai capres petahana dan Prabowo sebagai capres penantang.

“Persepsi inilah, yang nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan-keputusan politik anak muda saat hendak mencoblos,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (27/8).

Dimas menjelaskan terdapat sejumlah pertimbangan yang khas anak muda era digital dalam mengambil sebuah keputusan politik untuk memilih calon yang mereka percaya. Faktor persepsi kedekatan, komunikasi dan gaya yang simbolik anak muda kekinian bisa saja menjadi faktor.

Namun yang terpenting di mata anak muda sebenarnya adalah faktor ketersediaan kebijakan riil yang pro penguatan pemberdayaan anak muda.

"Dalam hal produksi kebijakan, jika jeli, Jokowi sebagai petahana memiliki potensi keterpilihan yang lebih besar oleh anak muda," ujar Dimas yang bertemu dengan komunitas-komunitas kreatif Kota Padang, Sumatera Barat akhir pekan lalu.

Dimas menjelaskan meski Jokowi lebih berpeluang mendapatkan kepercayaan politik dari pemilih muda. Namun ia mengingatkan sosok capres pesaingnya Prabowo dan cawapres Sandiaga Uno memiliki daya tarik pula di mata anak muda.

Jokowi, kata Dimas, dapat menggunakan kebijakan yang populis di mata anak muda khususnya di bidang pendidikan, kewirausahaan dan pariwisata serta kelautan.

"Pendekatan simbolik pencitraan sebaiknya ditinggalkan karena meski dianggap kerap simplifikatif namun generasi milenial era digital ini sesungguhnya memiliki pertimbangan objektif yang bijak dalam melihat kiprah dan ketulusan para calon pemimpin," tambah Dimas yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Kantor Kepresidenan ini.

Dimas lebih lanjut menilai Provinsi Sumatera Barat adalah salah satu daerah yang cepat tanggap dalam merespon arah zaman dan bonus demografi ini selain Jawa Timur. Ia menunjuk terpilihnya sejumlah kepada daerah muda seperti di Kabupaten Dharmasraya dan Kota Padang Panjang baru-baru ini. Harapannya kepala daerah muda ini harus bisa konsisten membuat kebijakan-kebijakan yang progresif membenahi kualitas pelayanan publik dan memperkuat keterlibatan anak muda dalam proses pelaksanaan pemerintahan kelak.

Sementara, Wali Kota terpilih Padang Panjang, Fadly Amran, mengatakan meningkatnya partisipasi dan peran anak muda usia produktif ini tentunya menguntungkan Indonesia.

"Banyaknya anak muda yang mau bekerja dan memberikan prestasi bagi bangsa ini tentunya harus segera diakomodir dan difasilitas kepentingannya. Mereka harus diarahkan untuk kemajuan bangsa dan negaranya," ujar Fadly. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya