Berita

Rizal Calvary Maribo/Net

Politik

PSI: Utang Pemerintah Sebagian Besar Untuk Bangun Papua

MINGGU, 26 AGUSTUS 2018 | 10:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kritik Ketua MPR Zulkifli Hasan atas utang yang dilakukan pemerintah dinilai sebagai bentuk ketidaksenangan atas pembangunan yang dilakukan pemerintah di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua.

"Kita membaca memang beliau tidak senang kampung kami di Timur Indonesia dan Papua dibangun oleh Presiden Jokowi," ucap Jurubicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rizal Calvary Maribo dalam keterangan tertulis, Minggu (26/8).

Rizal yang maju sebagai caleg di dapil Sulawesi Selatan II mengaku dengan capaian pemerintah di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Menurutnya, hanya di era Jokowi kawasan timur Indonesia diperhatikan.


Dia menuturkan bahwa Presiden Jokowi berani mengalokasikan anggaran sangat besar untuk membangun infrastruktur di kawasan timur. Bahkan Jokowi rela mencari dana dengan berutang agar timur Indonesia sejahtera.

"Utang ini sebagian besar untuk bangun Papua dan KTI. Ada yang marah KTI dibangun?" ucap dia.

Rizal mengatakan, membangun infrastruktur di Papua dan KTI tidak layak secara politik. Sebab pemilih di Papua sangat kecil dibandingkan di Pulau Jawa.

Sehingga, jika tujuan Jokowi sebatas ingin terpilih kembali, dia hanya butuh membangun Jawa saja.

"Namun, Jokowi seorang negarawan. Papua dan KTI dipandang sebagai bagian yang utuh dari NKRI. Itulah yang bikin kami orang KTI bangga kepada beliau," ucap dia.

Secara bisnis, berinvestasi infrastruktur di KTI juga tidak layak. Sebab itu, untuk infrastruktur di Jawa dan Sumatera, Jokowi meluncurkan Pembiayaan Infrastruktur Non APBN (PINA).

"Sedangkan non PINA, yakni APBN diarahkan ke KTI. Sebab masih membutuhkan sentuhan langsung negara," terangnya. [fiq]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya