Berita

Foto: Aljazeera

Dunia

Pembicaraan Telepon PM Pakistan-Menlu AS Tuai Kontroversi

SABTU, 25 AGUSTUS 2018 | 14:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Percakapan telepon yang dilakukan antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Perdana Menteri Pakistan yang baru terpilih Imran Khan telah menimbulkan kontroversi.

Pompeo memberi selamat kepada Khan pada hari Kamis (23/8) dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja dengan pemerintah baru untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.

"Sekretaris Pompeo mengangkat pentingnya Pakistan mengambil tindakan tegas terhadap semua teroris yang beroperasi di Pakistan dan peran pentingnya dalam mempromosikan proses perdamaian Afghanistan," begitu keterangan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat tentang panggilan telepon tersebut.


Tetapi pada hari Jumat (24/8), Menteri Luar Negeri Pakistan yang baru diangkat Shah Mahmood Qureshi menyanggah pernyataan Amerika Serikat itu.

"Kesan yang telah diberikan dalam siaran pers mereka, yang menyebutkan teroris yang beroperasi di Pakistan, sangat berbeda dengan kenyataan. Dan saya mengatakan ini dengan penuh keyakinan," kata Qureshi pada konferensi pers di ibukota, Islamabad.

Sebelumnya, dalam sebuah posting Twitter pada Kamis malam, Mohammad Faisal, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, menyebut siaran pers Departemen Luar Negeri "salah secara faktual" dan mendesak koreksi segera.

Sementara itu, Amerika Serikat menegaskan versi percakapan teleponnya.

"Mereka (Pakistan) adalah mitra penting. Menteri Luar Negeri itu memiliki panggilan yang baik dengan perdana menteri baru dan kami berharap untuk memiliki hubungan baik dengan mereka di masa depan," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert seperti dimuat Al Jazeera.

Amerika Serikat diketahui telah lama menuduh Pakistan menyediakan tempat persembunyian yang aman bagi anggota kelompok bersenjata Taliban Afghanistan dan jaringan Haqqani.

Pakistan membantah tuduhan itu, dengan mengatakan telah bertindak efektif terhadap semua kelompok bersenjata di wilayahnya. [mel]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya