Berita

Febri Diansyah/RMOL

Hukum

Idrus Marham Tersangka? Jubir KPK: Nanti Disampaikan Secara Resmi

JUMAT, 24 AGUSTUS 2018 | 14:19 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mau buka-bukaan terkait kabar penetapan Menteri Sosial RI, Idrus Marham sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah enggan memberikan keterangan apapun.

"Tunggu nanti akan kita sampaikan secara resmi ya," ujar Febri di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/8).


Idrus Marham mengundurkan diri dari posisi Mensos. Pengunduran diri resmi disampaikan kepada Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat siang.

Adapun alasan Idrus mengundurkan diri karena ingin bekonsentrasi menghadapi kasus hukum yang menyeret-nyeret namanya.

Idrus sudah tiga kali diperiksa penyidik KPK terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya