Berita

Larasati Gading/Net

Olahraga

Senior & Junior Tumpuan Garuda

Equestrian
KAMIS, 23 AGUSTUS 2018 | 12:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dua srikandi equestrian In­donesia, Larasati Gading dan Dara Ninggar Prameswari, lolos ke final dressage indi­vidual intermediate Asian Games 2018.
Dua rider senior-junior ini lolos ke final setelah melalui babak kualifikasi, di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, Selasa (21/8) lalu. Larasati dan Dara termasuk dalam 15 finalis Dressage Individual Intermediate yang akan bertanding hari ini.

Mereka akan menghadapi la­wan dari berbagai negara seperti China, Republik Korea, Hongkong, Chinese Taipei, Thailand, Iran dan Jepang.

Dara mengaku sudah percaya diri menatap babak final. Ditemui usai latihan, Rabu (22/8), Dara membeberkan persiapan yang dilakukan demi memperebutkan medali.

Dara mengaku sudah percaya diri menatap babak final. Ditemui usai latihan, Rabu (22/8), Dara membeberkan persiapan yang dilakukan demi memperebutkan medali.

"Jujur, saya kaget dan tidak menyangka bisa masuk final. Saat ini, saya tetap berlatih dan fokus seperti biasanya saja. Dan besok, saya pasti akan mem­berikan performa terbaik untuk Indonesia," ungkap rider yang genap berusia 18 tahun pada 6 Agustus lalu ini.

Meski terbilang sebagai rid­er termuda di Tim Indonesia, kualitas Dara diperhitungkan. Dia pernah menyabet medali emas Dressage Individual Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat pada 2016.

Saat disinggung mengenai target selanjutnya, Dara men­gungkapkan keinginan tampil mewakili Indonesia di SEAGames 2019.

"Saya juga ingin mengikuti World Equestrian Games," tegas rider yang juga hobi melukis itu.

Sementara Larasati, yang terbilang jauh lebih senior dari Dara mengaku sudah siap bertarung. Atlet kelahiran 14 November 1971 ini mengatakan kudanya yang bernama Calaiza sudah sangat menyatu dengan dirinya.

Meskipun baru sembilan minggu berlatih dengan kuda tersebut. Hanya ku­danya belum begitu terbiasa dengan arena pertandingan. Sebab, menurutnya atlet dan kuda minimal berlatih dengan waktu enam bulan sampai satu tahun agar menyatu feeling­nya.

"Ada beberapa kesala­han karena feelingnya be­lum dapat, karena memang kuda di arena latihan dan arena tanding belum terbiasa," ungkap Laras. ***

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya