Berita

Johnny G Plate/Net

Politik

Nasdem Minta Ibrahim Hasan Segera Dihukum

RABU, 22 AGUSTUS 2018 | 20:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak ada toleransi dari Partai Nasdem untuk kader yang terlibat dalam narkoba. Nasdem memecat kadernya, Ibrahim Hasan yang menjadi otak penyelundupan narkoba dari Malaysia.

Anggota DPRD Langkat itu diberhentikan dengan tidak hormat karena berlawanan dengan platform yang dibangun Partai Nasdem.

Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate menegaskan, partai tidak akan menoleransi kader yang terlibat dalam kasus narkoba. Dia juga memastikan pihaknya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Ibrahim.


"Kami bahkan minta segera dihukum," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (22/8).

Johnny menjelaskan, ada tiga kasus yang tidak bisa ditoleransi di Nasdem, yaitu narkoba, korupsi, dan pelecehan seksual terhadap anak.

"Yang melakukan, kami akan pecat secara tidak hormat," jelas dia.

Seperti diketahui, Ibrahim Hasan telah ditetapkan sebagai tersangka setelah aksinya menyelundupkan 105 kilogram sabu-sabu dan 30 ribu butir ekstasi diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN). [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya