Berita

PT Pegadaian (Persero)/Net

Bisnis

Pegadaian Jangan Gegabah Jadi Perusahaan Terbuka

RABU, 15 AGUSTUS 2018 | 08:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pegadaian (Persero) diketahui mau melakukan penjualan saham melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Pegadaian mengkaji ulang rencana IPO tersebut.

Menteri BUMN Rini Soe­marno mengatakan, Pegadaian seharusnya fokus meningkat­kan nilai perseroan dan terus berinovasi agar keberadaannya bisa memberikan manfaat luas kepada seluruh masyarakat.

Karena itu, Rini meminta Pega­daian jangan dulu menjadi perusa­haan terbuka (go public). Menu­rutnya, perseroan merupakan aset negara yang dapat diturunkan kepada generasi selanjutnya.


"Pegadaian itu kan aset negara ya, jangan dulu jadi tbk (perusa­haan terbuka). Kan buat anak-anak, cucu-cucu kita nanti. Yang penting sekarang bagaimana bisa meningkatkan nilai," kata Rini di Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Perlu diketahui, Pegadaian dianggap publik sebagai satu-satunya BUMN yang secara langsung bisa melakukan penyaluran dana lewat sistem gadai ke masyarakat.

Meskipun Pegadaian didorong untuk fokus meningkatkan nilai perseroan, tapi peluang perse­roan untuk menjadi perusahaan berstatus Tbk ke depannya tetap terbuka lebar. Dalam melakukan listing di BEI dinilai tetap aman bagi negara. Namun, Rini meli­hat, saat ini masih belum tepat sehingga Pegadaian diminta untuk mengevaluasi rencana go public.

"Kalau mau memperluas (bis­nis) lagi, baru go public, tapi tergantung kebutuhan ke depan. Jadi Pegadaian sejauh ini belum perlu tbk," tuturnya.

Rini menekankan, akan terus berupaya menjaga BUMN dapat dinikmati oleh generasi berikut­nya. "Tugas saya adalah supaya menjaga bagaimana BUMN ini bisa sehat terus, supaya bisa diteruskan ke cucu-cucu," katanya.

Sebagai informasi, Pegadaian dikabarkan memiliki rencana untuk IPO. Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengakui, pihaknya memang berencana untuk melakukan IPO. Dia me­nargetkan pada 2020 mendatang, Pegadaian sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelum sampai ke tahap tersebut, menurut Sunarso, ada sejumlah langkah yang harus di­lalui perusahaannya. Dia menga­takan, salah satunya adalah lewat transformasi perusahaan yang saat ini tengah berlangsung.

Menurut dia, Pegadaian perlu menyiapkan tahap squad organi­zation dan project management agar memiliki sumber daya manusia (SDM) dan sistem yang kuat. "Selanjutnya masuk ke tahapan design dan deliver sehingga dapat melantai di bursa pada 2020," jelas Sunarso.

Guna mempercepat transfor­masi perusahaan, Pegadaian pu­nya nilai-nilai perusahaan yang baru bernama G-5 Star Genera­tion. Nilai-nilai ini merupakan program transformasi yang mu­lai dilakukan perseroan.

Perusahaan terus menumbuh­kan bisnis yang ada sekarang alias Grow Core. Lalu menang­kap peluang baru atau Grab New, serta mengembangkan talent internal (Groom Talent). Selain itu menciptakan teknologi generasi terkini alias Gen-Z Tech serta membangun budaya yang kuat (Great Culture).

Sunarso menilai, potensi bis­nis perusahaannya masih sangat besar untuk terus tumbuh. Seki­tar 68 persen nasabah Pegadaian rata-rata usianya di bawah 45 tahun alias berada dalam masa produktif.

Potensi ini bakal dimanfaat­kan dengan peningkatan kualitas layanan digital dan memperbanyak jaringan agen. Ditambah, inovasi produk dan layanan lain yang akan terus dilakukan per­seroan ke depan. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya