Berita

Alicia Maia Solangia Djilin/Net

Politik

Alicia: Kami Tahu Korupsi Buruk, Tapi Mengapa Banyak Pejabat Yang Tertangkap

JUMAT, 10 AGUSTUS 2018 | 09:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Generasi milenial harus diajari mencintai bangsa dan tanah air Indonesia dengan tauladan dan perbuatan nyata. Diyakini, dengan cara ini generasi muda bisa berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara.

Demikian ungkapan Alicia Maia Solangia Djilin, mahasiswi Univesitas Mercu Buana yang merupakan finalis Miss Indonesia tahun 2018 dari Sulawesi Barat.

Pernyataan tersebut diungkapkan Alicia untuk menjawab pertanyaan wartawan di tengah waktu istirahat sebagai MC dalam acara seminar nasional "Membangun Harmoni, Merawat NKRI Melalui Seni Budaya-Dari Jakarta Menuju Ambon" yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), di Gedung Stovia, Jakarta, Rabu (8/8).


Menjadi MC di acara seminar nasional merupakan debutan pertamanya apalagi di hadapan para narasumber yang namanya sudah tidak asing lagi bagi Indonesia. Narasumber yang dimaksud adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BNN RI Komjen Pol. Heru Winarko, Theofransus Litaay yang mewakili Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Pur) Moeldoko, penyanyi Lisa A Riyanto, Brian "Jikustik" Prasetyoadi, budayawan Rm Aloysius Budi Purnomo serta serta moderator senior Prita Laura.

"Saya besyukur sebagai generasi yang amat belia, diminta untuk menjadi MC di acara yang sangat besar ini. Saya agak kaget ditawari ketua panitia seminar nasional, Pak Putut Prabantoro yang mendorong saya untuk berani tampil di hadapan para tokoh nasional itu. Saya baru paham alasan penunjukan sebagai MC, ketika Pak Putut di hadapan publik dan para nara sumber mengatakan bahwa, harus ada kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda untuk tampil dalam acara-acara seperti ini. Bukan soal ahli atau piawai dalam bidangnya tetapi soal generasi muda diberi kepercayaan," ujarnya.

Mahasiswi yang masuk Universitas Mercu Buana melalui Online Scholarship Competition oleh Metro TV pada tahun 2017 itu, mengurai lebih lanjut, dalam konteks seperti itulah yang sebenarnya diharapkan oleh generasi milenial dalam mencintai bangsa dan negara Indonesia yang salah satunya mendapat kepercayaan.

"Kami membutuhkan contoh perbuatan nyata dan suri ketauladanan dari para pemimpin bangsa ketika diminta untuk mencintai bangsa dan negara. Contoh dan perbuatan nyata itulah yang sebenarnya kami butuhkan. Kami tidak bisa mendapat gambaran jelas tentang bagaimana harus mencintai negara dan bangsa, jika para pemimpin bangsa sendiri tidak menunjukan hal tersebut," ujar Alicia yang pada semester pertama tahun 2018 berIPK 4,0.

Sebagai generasi milenial yang hidupnya tidak bisa lepas dari HP, masih menurut Alicia, ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan para pemimpin bangsa dalam mencintai bangsa dan negara dapat dengan mudah diikuti melalui medsos. Ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan para pemimpin bangsa inilah yang sering mendorong generasinya seakan tidak peduli tehadap bangsa dan negara.

"Saya memang melihat bahwa masih banyak generasi seangkatannya yang kurang bijak dalam penggunaan gadget maupun media sosial, masih ada bullying, hoax, viralnya tantangan-tantangan berbahaya yang berdampak buruk bagi anak-anak. Namun kebiasaan itu bisa diminimalisir jika ada contoh yang baik. Kami tahu korupsi itu buruk, tetapi mengapa banyak pejabat negara yang terus tertangkap tangan dan seakan penjara tidak membuat jera?" ujar Alicia yang sejak kelas 1 sampai dengan kelas 3 SMA menduduki ranking pertama di sekolahnya, SMA Bellarminus, Bekasi.

Anak pertama dari Rommy R Djilin (ayah) dan Venita Maria Wowor (ibu) ini menegaskan bahwa generasinya memang berbeda dengan generasi-generasi lainnya. Karena kecanggihan dan perkembangan teknologi informasi, generasinya banyak yang memanfaatkan peluang dan memiliki penghasilan tanpa harus lulus dulu atau bekerja seperti orang kantoran. Dalam konteks ini, menurut Alicia yang merupakan juara umum nilai ujian nasional (UN) tertinggi di SMA-nya, para orang tua atau pemimpin bangsa harus mengubah cara pandangnya dalam menghadapi generasinya. Dan itu tidak bisa lepas dari suri tauladan dari para orang tua dan pemimpin bangsa. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya