Berita

Joko Widodo meninjau Masjid Besar At-Taqarrub di Aceh/Net

Advertorial

Kemen PUPR Rampungkan Rekonstruksi Infrastruktur Pasca Gempa Aceh

JUMAT, 10 AGUSTUS 2018 | 01:52 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana gempa bumi di Aceh pada 7 Desember 2016 lalu.

Rekonstruksi yang telah selesai diantaranya, pembangunan 20 Sekolah Permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Pembangunan Masjid At-Taqarub, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah.

Kemudian Pasar Ule Glee dan Fasilitas Kesehatan RSUD Kabupaten Pidie Jaya. Rekontruksi infrastruktur oleh Kementerian PUPR merupakan perintah Presiden Joko Widodo.


"Semua perbaikan dan penyediaan infrastruktur sudah dilakukan. Saya kira bisa kita lihat. Kita sudah perbaiki," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian PUPR pembangunan Masjid At-Taqarub yang berada di Kecamatan Trienggadeng telah rampung dan sudah digunakan oleh masyarakat sejak bulan Ramadhan 2018 silam.

Masjid dibangun di atas tanah seluas 4.635 meter persegi sebanyak dua lantai dilengkapi fasilitas ruang wudhu pria dan wanita, perpustakaan,kantor sekretariat, ruang imam, ruang bilal, ruang rapat dan dapat menampung 2.000 jamaah.

Pembangunan STAI AL Aziziyah berupa bangunan empat lantai dan satu basemen yang dapat menampung 324 orang mahasiswa. Diharapkan dengan berfungsi kembali STAI AL Aziziyah turut membantu peningkatan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan islam.

Sementara pembangunan Pasar Ule Glee di Kabupaten Pidie Jaya, berupa bangunan satu lantai dengan fasilitas meja pasar 23 unit, meja pasar daging 23 unit, dan empat unit kamar mandi. Kini pasar trasidional Ulee Gle memiliki fasilitas yang representatif dan diharapkan bisa menghidupkan geliat perekonomian masyarakat.

Pembangunan Masjid At-Taqarub, STAI Al-Aziziyah dan Pasar Ule Glee menggunakan anggaran APBN Kementerian PUPR tahun 2017-2018 sebesar Rp56,14 miliar.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya yang mengalami rusak akibat gempa bumi juga telah selesai direkonstruksi oleh Kementerian PUPR dan siap untuk diresmikan. Fasilitas yang dibangun diantaranya instalasi gawat darurat, poliklinik dan ruang gas medik. Pembangunan menggunakan APBN TA 2017-2018 senilai Rp21,136 miliar sejak 30 November 2017 hingga 27 Juli 2018.

Rekonstruksi Sekolah Dengan Teknologi Risha. Untuk menggantikan bangunan sekolah yang rusak, Kementerian PUPR pun telah membangun 20 sekolah permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Pembangunan menggunakan anggaran tahun 2017 dengan nilai kontrak Rp55,151 milar.

Konstruksi yang digunakan adalah pengembangan dari teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang dikembangkan Balitbang dan dikenal sebagai bangunan tahan gempa. Selain itu pengerjaannya dilakukan dengan sistem modular sehingga dapat dipasang secara cepat. Masa pelaksanaan pembangunan sekolah selama 150 hari.

Teknologi yang sama potensial untuk digunakan dalam tahap rekonstruksi bangunan dan rumah di Lombok yang rusak akibat gempa beberapa waktu lalu.

"Untuk membangun secara cepat kata kuncinya adalah standarisasi dan pre-fabrikasi," kata Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga.  

Sekolah yang dibangun dilengkapi ruang guru, perpustakaan, mushola, laboratorium dan toilet. Sekolah-sekolah yang dibangun adalah SDN Tampui, SMKN 1 Bandar Dua, SMPN 4 Tampui, SDN Jie Jiem, SDN Peuduek Tunong, SDN Alue Sane, SDN Peulandok Tunong.

SDN Malam Dagang, SDN Muka Blang, MAN Trienggadeng, MAS Ulumul Quran Pidie Jaya, MAS Panteraja, SMPN 2 Trieng Gading, SMA Negeri 1 Trienggadeng.

SMPN 3 Bandar Baru Jiem Jiem, SMP Negeri 1 Samalanga, SDN Blang Bunot, SDN Jalan Rata, SDN 28 Bandar Baru dan SMKN 1 Bandar Baru. [***/nes]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya