Berita

Foto/Net

Politik

Aneh Sebut Mahfud MD Bukan Kader NU

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 21:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sinyal mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi) kian menguat. Sejumlah struktural Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melontarkan pesan bernada ancaman, tak akan mendukung Jokowi jika mengambil cawapres yang bukan kader Nahdlatul Ulama (NU).

Seperti diketahui, ada pihak yang meragukan ke-NU-an Mahfud MD setelah tokoh ini disebut menjadi cawapres potensial Jokowi.

Menanggapi ini, KH Muchlis Muhsin, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Modung Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengingatkan, pengurus PBNU harus bijak dalam melontarkan statment. Jangan menjadikan PBNU seolah menjadi alat politik kekuasaan. Apalagi dengan ahistoris dan serampangan mencap seorang tokoh bukan kader NU.


"Sebenarnya, harus malu jika mencapai kekuasaan atau menjegal seseorang dengan cara yang tidak terhormat seperti ini," kata Kiai Muchlis yang juga alumnus Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Rabu (8/8).

KH Muchlis heran, banyak yang meragukan ke-NU-an tokoh sekaliber Mahfud MD.

"Yang saya tidak habis pikir jika statment itu betul-betul valid, kenapa PBNU kok menolak seorang tokoh besar yang ke-NU-annya tidak diragukan lagi. Meskipun beliau Pak Mahfud secara struktural tidak terdata tapi dalam kiprahnya di NU sangat luar biasa bahkan Gus Dur saja mengakui kehebatan beliau," terang Kiai Muchlis.

Apalagi, lanjutnya, Mahfud MD tidak pernah bermasalah dan tidak pernah mengecewakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh NU sekaligus mantan ketua umum partai yang kelahirannya dibidani oleh NU, PKB.

"Beda halnya dengan sebagian kader NU dan PKB lainnya, track record Pak Mahfud tak pernah mengecewakan Gus Dur. Apalagi Pak Mahfud sangat dikenal dan tidak diragukan lagi kemampuannya dalam bidang hukum dan konstitusi," ujarnya.

Dia berpesan, sudah saatnya NU berdiri tegak di tengah dalam menilai dan merekomendasikan kader-kader terbaiknya.

Seperti diketahui, elite-elite PBNU plus Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bertemu di kantor PBNU. Ada pesan bernada ancaman akan mencabut dukungan untuk Jokowi.

"Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya," kata Ketua PBNU Robikin Emhas mengungkap isi pertemuan di PBNU, Jakarta Pusat (8/8).

Pertemuan diikuti oleh Rais Aam PBNU Maruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Cak Imin, dan sejumlah tokoh lain.

Robikin mengatakan PBNU meminta Jokowi mengambil kader NU sebagai cawapres. Mahfud MD yang disebut-sebut menjadi cawapres terkuat, disebutnya bukanlah kader NU.

"Itu sudah dibicarakan berkali-kali tidak termasuk yang disebut," kata Robikin menjawab pertanyaan apakah Mahfud Md termasuk tokoh yang diterima oleh PBNU.

Robikin menyatakan, para kiai sepuh PBNU juga berpesan hal yang sama, bahwa cawapres haruslah kader NU. Meski demikian, dia mengatakan NU tak menyorongkan nama. "Sepenuhnya kita serahkan ke Pak Jokowi," tandasnya. [fiq]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya