Berita

Nusantara

Penurunan Industri SKT Mengakibatkan Pengangguran Besar

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 15:59 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Penurunan pada industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang terjadi saat ini akan mengakibatkan pengangguran besar.

Demikian disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat meninjau salah satu pabrik SKT di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/8). Menurutnya, penurunan itu akan berakibat pada berkurangnya jumlah buruh di industri SKT.

"SKT ini di 2018 sudah turun dibanding 2017, ada lima persen kurang lebih. Nah, berarti lima persen dari jumlah pelinting ini pasti akan PHK. Terus siapa yang mau nerima buruh ter-PHK," katanya.


Dia menyayangkan bila sampai ada lagi pengurangan buruh di industri SKT, mengingat para buruh SKT telah membawa multiplier effect bagi perekonomian daerah.

"Buruh-buruh ini juga membawa dampak ekonomi di sekitar pabrik-pabrik itu sendiri. Ini dampak ekonomi mulai dari kost-kostan, tempat jual makanan, dan lain-lain. Pergerakan ekonomi pun hidup," jelas Bambang.

Dia menambahkan, pemerintah perlu memberikan berbagai insentif bagi industri SKT. Misalnya dengan tidak lagi menaikkan cukai rokok.

"Cukai rokok tidak perlu dinaikkan lagi, itu sudah yang terbesar. Karena jumlah total pajak cukai, PPN, dan pajak daerah itu totalnya sudah mendekati 70 persen dari total harga rokok itu sendiri," papar Bambang.

Lanjut politisi Partai Gerindra tersebut, kenaikan cukai akan berdampak pada penurunan pendapatan negara dari pajak yang didapat dari rokok.

"Pendapatan cukai rokok terbesar nomor tiga daripada pendapatan negara, dan masuk dalam 15 persen dari APBN. Jadi, jangan sampai ini terganggu kondisinya sehingga akhirnya masyarakat yang dirugikan," imbuh Bambang. [wah]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya