Berita

Foto/RMOL

Bisnis

Pemerintah Berlakukan Tarif Cukai Nol Persen Untuk Palestina

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 18:38 WIB | LAPORAN:

Kementerian Perdagangan bersama Kedubes Palestina melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU), sebagai langkah kedua negara mempererat hubungan di bidang perdagangan.  

Penandatanganan dilakukan oleh Mendag Enggartiasto Lukita dan Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun. Perjanjian akan diimplementasikan dengan pemberian prefensi penghapusan tarif bea masuk nol persen bagi produk kurma dan virgin olive oil atau minyak zaitun murni Palestina.  

"Pengaturan atau implemntasi agreement yang sudah berlaku satu bulan sejak saat ini dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pembicaraan sebelumnya kami berdua setuju untuk meningkatkan persiapan preferential trade agreement (PTA) antara Indonesia dan Palestina," jelas Enggar di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (6/8).  


Menurut Enggar, hingga kini pihaknya menunggu list barang-barang produk dari Palestina yang ingin ekspor ke Indonesia.   

Sementara itu, Dubes Al-Shun mengungkapkan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan kerja sama yang terus terjalin.

"Palestina mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah Indonesia atas hubungan ini. Sekali lagi, pemerintah Palestina menghargai support masyarakat Indonesia," ujarnya.

Al Shun menuturkan, pihaknya terus mencoba menguatkan kerja sama yang baik dengan Indonesia, khususnya di bidang perdagangan.

"Maka ke depan insya Allah pemerintah Palestina akan kuatkan dukungan kerja sama ini dengan dilakukan di berbagai perjanjian selanjutnya dengan pemerintah Indonesia," tandasnya.

Perdagangan bilateral Indonesia-Palestina hingga kini belum menunjukkan volume cukup besar. Hal itu disebabkan kondisi dalam negeri Palestina yang masih dilanda konflik.

Badan Pusat Statistik periode Januari-Mei 2018 mencatat, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 1,62 juta. Sementara, ekspor Indonesia ke Palestina sebesar USD 912,5 ribu dan impor Indonesia dari Palestina sebesar USD 717 ribu. Tercatat surplus sebesar USD 195,5 ribu.  

Palestina sendiri merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-164. Produk impor dari Palestina ke Indonesia antara lain buah kurma. Sedangkan, komoditas ekspor ke Palestina yaitu esktrak, konsentrat, sari kopi, teh, parfum, pasta, roti, dan sabun. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya