Berita

Pernyataan sikap Solidaritas Alumni Universitas Indonesia (UI) Lintas Generasi/Net

Politik

Alumni Lintas Generasi Minta Ngabalin Tidak Jual Nama UI

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 08:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Solidaritas Alumni Universitas Indonesia (UI) Lintas Generasi menilai bahwa kondisi bangsa ini tengah berada dalam ketidakpastian ekonomi. Beban hidup yang berat itu semakin bertambah saat ada gesekan-gesekan sosial yang terjadi di negeri ini.  

Sementara elit politik justru disibukkan dengan menuver-manuver menyambut Pilpres 2019. Salah satunya dengan mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas tanpa mengindahkan kondisi sosial masyarakat.

Dalam hal ini, Solidaritas Alumni UI Lintas Generasi menyoroti pernyataan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang bersama sejumlah alumni UI mengatasnamakan diri Komunitas Anak Bangsa memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo.


Dukungan itu direkam dalam sebuah video berdurasi 35 detik. Mereka menunjukkan jari berbentuk simbol L yang menjadi lambang jargon mereka Lanjutkan, Lawan, dan Libas.

Solidaritas Alumni UI Lintas Generasi pun mengeluarkan kecaman atas video tersebut. Mereka meminta Alim Mochtar cs tidak menjual nama UI.

“Meminta nama UI tidak digunakan Ali Mochtar Ngabalin dan kawan-kawan untuk dijual dan tidak untuk memberikan dukungan dalam Pilpres 2019,” bunyi pernyataan sikap Solidaritas Alumni UI Lintas Generasi dalam sebuah video berdurasi 2.52 menit di WhatsApp Groups.

Dalam kasus ini, mereka juga meminta agar rektor UI memberikan teguran keras kepada politisi Golkar itu. Apalagi, video tersebut diindikasi mengandung unsur adu domba anak bangsa.

“Kami menuntut rektor UI memberi teguran keras dan tertulis kepada Ali Mochtar dalam video Lanjutkan, Lawan, Libas, yang bersifat mengadu domba bangsa,” sambung pernyataan sikap tersebut.

Kepada wartawan Ngabalin sudah mengakui adanya video dukungan kepada Jokowi. Video itu dibuat saat dirinya diundang oleh Komunitas Anak Bangsa, tiga hari yang lalu. Ngabalin mengaku diundang sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden. Kebetulan, Ngabalin juga alumni UI. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya