Berita

Foto/RMOL

Politik

Ratusan Aktivis Bakal Gelar Rapat Akbar Bersatu Di Tugu Proklamasi

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 00:15 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam 98 Radikal akan memprakarsai sebuah forum bernama Rapat Akbar Bersatu.

Rencananya, Rapat Akbar Bersatu akan digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pada 7-8 Agustus 2018 mendatang.

Ketua OC Rapat Akbar Bersatu, Akbar Lutfi Nasution menyatakan, perhelatan ini merupakan momentum bagi berbagai komponen untuk melakukan konsolidasi guna membangkitkan Indonesia.


"Wilayah Tugu Proklamasi menjadi sarana untuk berkumpulnya peserta dari lintas komponen, lintas generasi yang akan hadir dari beberapa wilayah Indonesia," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (5/8).

Pria yang akrab disapa Lunas ini mengungkapkan, persiapan acara yang dijadwalkan dihadiri oleh ratusan organisasi hampir selesai.

"Sudah 99,99 persen siap melaksanakan Rapat Akbar. Dari 200 organisasi dan kampus yang kita undang, 80 persen bersedia dan telah konfirmasi hadir dalam acara nanti," ucapnya.

Selain itu, kata dia, acara rapat akbar akan dihadiri dari perwakilan dari seluruh wilayah yang ada di tanah air, mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.

Dia mengungkapkan, jika perhelatan ini merupakan bentuk tanggapan atas aksi saling dukung kepada semua kandidat yang akan tampil dalam Pilpres tahun depan.

Akibatnya, sangat wajar jika pihak panitia terkendala dalam hal pendanaan karena forum ini diadakan dengan sistem gotong royong alias caweran di antara anggota kelompok 98 Radikal, sebagai penggagasnya.

"Banyak kendala yang dihadapi panitia, bisa jadi karena kegiatan kami tidak melakukan booking politic, kita tidak mau terjebak di situ. Penguasa kalau mau bantu dana pasti terganggu agenda internasional, begitu juga yang mau jadi penguasa," jelas Lunas.

Di tempat yang sama, Sekretaris SC Rapat Akbar Bersatu, Edysa Girsang membantah jika dipilihnya 7-8 Agustus sebagai waktu diadakannya Rapat Akbar Bersatu karena ingin mendompleng momentum pendaftaran Capres-Cawapres.

Menurut Edysa, pelaksanaan Rapat Akbar Bersatu sama sekalit tidak terkait dengan pendaftaran Capres-Cawapres untuk Pemilu tahun depan.

"Tanggal 7 Agustus itu pembubaran BPUPKI dan dibentuknya PPKI. Kita ingin menghadirkan spirit untuk membangun negara ini, sama seperti pembentukan PPKI pada 1945," terang pria yang akrab disapa Ekky ini.

Sebagai informasi, KPU telah mengumumkan pendaftaran Capres-Cawapres dibuka pada 4-10 Agustus 2018.

Terkait Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sebagaimana diketahui dari namanya, merupakan sebuah panitia yang dibentuk untuk mempersiapkan detil kemerdekaan Indonesia. Salah satu tugas dari PPKI adalah meresmikan Pembukaan dan batang tubuh konstitusi Indonesia.

Struktur PPKI sendiri diresmikan pada 8 Agustus 1945, atau sehari usai lembaga ini dibentuk. Ekky menambahkan, segala kompleksitas PPKI akhirnya justru mendorong golongan muda pada saat itu untuk melakukan Peristiwa Rengasdengklok.

"Dari sidang-sidang PPKI, terdapat beberapa agenda yg mendorong semangat kaum muda. Kaum muda akhirnya menculik Soekarno-Hatta, memaksa mereka untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia," katanya.

Dengan demikian, lanjut Ekky, ia berharap Rapat Akbar Bersatu dapat merangsang semangat radikal kelompok muda untuk memperbaiki masalah-masalah mendasar yang mendera Indonesia.

Mencapai cita-cita negara, jauh lebih penting ketimbang terjebak dalam hiruk pikuk pencalonan untuk Pilpres nanti.

"Kalau sistem tidak diubah, bagaimanapun kita usaha dan siapapun yang memimpin, tidak akan berhasil karena sistem itu sendiri yang jadi masalah," pungkasnya. [nes]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya