Berita

Jokowi-Airlangga/Net

Politik

Ulama Kalsel Dan Kalteng Berharap Airlangga Jadi Cawapres Jokowi

MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 | 02:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 400 lebih ulama dan mubaligh dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah berkumpul di Banjarmasin dalam silaturrahmi ulama ulama dan tokoh masyarakat bersama Ikhwanul Muballighin, pada Jumat (3/8) malam.

Dalam pertemuan ini, Ikhwanul Muballighin meminta pandangan ulama tentang pemimpin yang layak memimpin Indonesia lima tahun ke depan.  

Ketua Umum Ikhwanul Muballighin, KH Mujib Khudori mengatakan bahwa ulama ingin ada pemimpin yang bisa mengayomi semua lapisan masyarakat. Sosol pemimpin itu sendiri dinilai sudah ada dalam diri petahana Joko Widodo.


Namun agar pemerintahan ke depan lebih efektif, khususnya dalam hal penguatan ekonomi, para ulama merekomendasikan nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai pendamping Jokowi.

“Sebagian besar berharap Jokowi menjadikan Airlangga Hartarto karena dianggap bisa membantu kerja pemerintahan, khususnya di bidang ekonomi,” kata Kiai Mujib dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/8).

Sementara Sekjen Ikhwanul Muballighin, Anwar Fadholi mengatakan para ulama di Kalsel dan Kalteng menilai Jokowi telah berhasil membangun infrastruktur. Tapi dalam menghadapi dampak global ekonomi, maka Airlangga Hartarto dianggap sebagai sosok yang cocok untuk melengkapi dan mendukung program kerja Jokowi di pemerintahan ke depan.

“Ulama dan mubaligh sangat berharap profesionalisme Pak Airlangga bisa membantu Pak Jokowi bersama-sama menghadapi ekonomi global nanti. Maka sangat pas kalau Pak Jokowi menjadikan Pak Airlangga sebagai cawapresnya pada Pilpres 2019,” harapnya

Anwar menyebutkan dukungan terhadap Jokowi dan Airlangga Hartarto semakin membesar dari bawah, bukan dari atas ke bawah. Karena itu murni aspirasi dari seluruh ulama dan mubaligh se-Indonesia.

“Memang seharusnya dukungan itu dari bawah bukan dari atas ke bawah karena itu asli bukan rekayasa. Oleh karenanya, ulama dan mubaligh akan mengawal pemerintah,” pungkasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya