Berita

Ilustrasi/Net

Dahlan Iskan

Berita Besar Baterai Lithium

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 | 05:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

HATI saya bergetar. Berita itu sangat mengejutkan: pabrik baterai lithium segera dibangun besar-besaran di Indonesia.

Kebesaran proyek itu bisa dilihat dari besarnya modal. Setinggi gunung Galunggung: 140 triliun rupiah.

Begitulah. Pemerintah sudah mengumumkannya. Tiga hari lalu.


Luar biasa. Modal segitu besar akan masuk Indonesia. Bisa ikut mengatrol pertumbuhan ekonomi. Setidaknya bisa ikut menyelamatkan dari ancaman kemerosotan.

Luar biasa: sudah akan dimulai. Akhir bulan Agustus ini. Bukan baru rencana. Bukan wacana. Bukan baru tahap omong-omong.

Jadwal dimulainya pembangunan pun sudah begitu di depan mata.

Lokasi pabriknya juga sudah ditentukan. Amat heroik. Di Indonesia timur. Di Pulau Halmahera pula. Di Maluku.

Melihat begitu besar investasinya saya pun berkesimpulan: itulah angpao yang sangat tebal untuk HUT kemerdekaan kita. Angpao dari Tiongkok. Investor pabrik itu memang Tiongkok.

Menko Maritim mengatakan: sudah menerima investor dari Tiongkok itu. Tiga hari lalu. Yang menegaskan komitmen itu.

Menko pun menilai pembangunan pabrik tersebut sangat penting. Katanya: kita akan membangun mobil listrik.

Alhamdulillah. 很好。 非常好。了不起。

Meski begitu saya tidak akan membatalkan kunjungan saya ke LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dalam waktu dekat. Sebelum saya berangkat ke Amerika.

Saya sudah menjanjikan itu: melihat prototype baterai lithium made in Indonesia. Yang patennya sedang diperjuangkan. Oleh Dr Ir Bambang Prigandoko. Peneliti senior LIPI.

Bulan lalu saya sudah ke LIPI. Melihat persiapan kelahiran baterai lithium made in Indonesia.

Saya sangat bangga saat itu. Saya berharap banyak dari penemuan itu. Tidak mengira kalau sebulan kemudian akan membaca berita besar di atas.

Sudah dua tahun lebih saya selalu diskusi dengan Dr Bambang. Membicarakan bagaimana memproduksi baterai lithium made in Indonesia. Orang-orang LIPI ternyata sudah lebih dulu melangkah. Hanya saja kita semua tahu: lembaga penelitian bukanlah perusahaan. Biayanya, prosedurnya, birokrasinya ikut pemerintah.

Dulu saya mengira Indonesia tidak mungkin bisa memproduksi baterai lithium. Kalau pun bisa, bahan bakunya harus impor dari Tiongkok.

Ternyata saya salah. LIPI sudah lama melakukan penelitian. Menemukan semua bahan baku itu. Dari Indonesia sendiri. Seratus persen. Itulah penuturan Dr Bambang pada saya.

Sumber lithiumnya pun sudah ditemukan. Air dari laut Jawa. Yang kandungan lithiumnya tertinggi dibanding dari air laut lainnya.

Katoda-anodanya pun bikinan LIPI sendiri. Dengan bahan-bahan yang ditemukan Dr Bambang. Saat saya ke LIPI bulan lalu katoda-anoda itu sudah jadi. Dr Bambang menyebutkan pertengahan Agustus ini finalnya: baterai lithium made in LIPI itu lahir.

Produk pertama itu akan dicobakan di sepeda motor. Yang dibuat oleh para santri SMK Pesantren Sabilil Muttaqin desa Takeran, Magetan. Pesantren keluarga saya. Sepeda motor itu diberi merk Take-Run.

Itulah sepeda motor yang bisa jalan berkat jasa UNS Solo. Yang juga sudah mampu membuat baterai lithium. Hanya semua bahannya masih impor. Saya senang bisa mencoba produk UNS itu untuk Take-Run.

Saya juga berterima kasih pada Dr Agus Purwanto. Dosen UNS yang mendalami ilmunya di Jepang. Yang mendapat bantuan mesin pembuat lithium dari Dikti. Yang membuat Take-Run bisa jalan.

Saya berterima kasih juga pada kandidat doktor dari UNS: Fengky. Pengantin baru (saat itu) yang mondar-mandir Solo-Magetan. Kadang harus sambil tengok ibunya di Wonogiri. Berhari-hari beliau ikut menyiapkan lahirnya Take-Run.

Ketika teman-teman LIPI minta Take-Run dicoba juga dengan baterai hasil penelitiannya saya cepat kirim WA ke Takeran: kirimkan Take-Run ke LIPI.

Sudah sebulan Take-Run menanti di LIPI. Untuk dicoba minggu ini. Atau minggu depan.

Saya akhirnya tahu hasil penelitian ini mungkin akan senasib dengan hasil penelitian lainnya. Mungkin akan dianggap lambat. Tidak ekonomis. Atau kalah mutu.

Tapi begitulah roda kehidupan. Ada yang kalah. Ada yang menang.

Saya juga ingat alumni ITS itu: Kristian. Yang baru bikin pabrik baterai lithium di Jogja. Itulah pabrik lithium pertama di Indonesia. Yang skalanya masih kecil itu.

Mungkin juga alumni ITS tadi akan menjadi orang kalah. Tapi harus tetap move on. Harus ingat ideologi film kartun.

Wahai ikan-ikan kecil. Yang sekarang masih belajar berenang di kolam kecil. Berenanglah sampai bisa. Di situlah tempatmu.  Mimpilah suatu saat bisa berenang di kolam besar. [***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya