Berita

AHY/Net

Politik

Demokrat: Silakan Dukung UAS, Tapi Jangan Serang AHY

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 | 03:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019 terbagi ke beberapa kelompok. Kelompok itu dipisahkan berdasarkan calon wakil presiden yang didukung.

Ada kelompok yang mendukung calon wakil presiden dari hasil ijtima ulama yang dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Berdasarkan ijtima ulama itu, ada dua calon yang direkomendasikan, yaitu Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS).

PKS menjadi bagian dari pendukung kelompok ini. Apalagi setelah UAS menyatakan tidak berminat maju dan lebih mendukung Salim Segaf sebagai pendamping Prabowo Subianto.


Sementara kelompok lain hadir mendukung calon yang tengah dipersiapkan Partai Demokrat dan PAN. Kedua partai ini sama-sama di luar koalisi pendukung Jokowi dan tengah melakukan penjajakan dengan Prabowo.

Ketegangan antar pendukung cawapres Prabowo Subianto ini marak terjadi di media sosial. Tak jarang mereka saling hujat satu sama lain.

Wasekjen DPP Partai Demokrat bahkan sampai meminta agar pendukung UAS dan Salim Segaf untuk fokus dalam mencuri hati Prabowo, tapi tidak melakukan penyerangan kepada kandidat yang diajukan partai lain. Salah satunya terhadap Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Demokrat Agus Harimurto Yudhoyono, yang turut digadang menjadi pendamping Prabowo.

“Pendukung UAS dan ketua dewan syuro PKS silakan berjuang meyakinkan Pak Prabowo, tetapi jangan menyerang yang lain, misalnya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” ujarnya di akun Twitter @AndiArieef_ sesaat lalu, Sabtu (4/8).

Menurutnya, tidak ada ajaran agama didunia ini yang mengajarkan cara-cara kotor, termasuk agama Islam. Sehingga, dia meminta agar penyerangan terhadap kandidat lain segera akhiri.

“Emangnya ada ajaran Islam yang mengajarkan cara-cara kotor? Setahu saya nggak ada,” tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya