Berita

Moeldoko/Net

Politik

Moeldoko: Pilkada Serentak 2018 Bikin Heran Negara Lain

JUMAT, 03 AGUSTUS 2018 | 23:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sistem demokrasi Indonesia dinilai sudah menunjukkan kemajuan yang baik. Hal ini bisa dilihat dari kedewasaan masyarakat dalam menyikapi pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 lalu.

Anggota Komisi II DPR, Achmad Baidowi menjelaskan bahwa dalam pilkada kemarin, masyarakat mulai legowo dalam menerima kekalahan yang dialami pasangan calon yang didukung.

“Alhamdulillah itu menunjukkan indeks demokrasi Indonesia tinggi,” ungkap wasekjen PPP tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (3/8).


Senada dengan itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko bahkan menyebut demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia menuai kekaguman dari dunia internasional.

Kata Moeldoko, saat dirinya mewakili Presiden Joko Widodo di ajang Open Government Partnership (OGP) Global Summit di Georgia, beberapa waktu lalu, banyak negara merasa heran dengan gelaran pilkada yang dihelat secara serentak di 171 wilayah.

Kekaguman muncul lantaran tidak ada konflik horizontal yang muncul di daerah yang menyelenggarakan pilkada, meski persaingan yang terjadi cukup kuat.

“Mereka terheran-heran, Indonesia sebagai negara yang sangat besar dan sangat plural, baru saja selesai pilkada serentak di daerah sebanyak itu. Ini menunjukkan kematangan demokrasi di Indonesia,” kata mantan panglima TNI itu.

Sementara dalam menyongsong Pilpres 2019 mendatang, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai elit politik memiliki peran penting dalam menjaga suhu politik dalam negeri. Sehingga, pilpres bisa berjalan damai seperti Pilkada Serentak 2018 lalu.

“Terutama penegak hukum, harus ada tindakan tegas bagi provokator-provokator yang menjadi pemicu perpecahan,” tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya