Berita

Foto/Net

Politik

Korsa: Mobil Esemka Bukti Jokowi Selalu Berbohong

JUMAT, 03 AGUSTUS 2018 | 01:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang mobil Esemka sedang dalam persiapan adalah suatu kebohongan publik yang nyata.

Mantan relawan Jokowi yang terlibat mendorongnya menjadi presiden 2014 lalu mengaku sangat paham dengan nasib mobil Esemka.

"Karena relawanlah saat itu yang mem-booming-kan dan menyosialisasikan tentang keberadaan mobil Esemka, sehingga 2014 Jokowi terpilih jadi presiden. Tetapi sejak dilantik sebagai presiden sampai sekarang tidak ada kebijakan yang dilakukan untuk pembuatan mobil tersebut. Jelaslah bahwa Jokowi ini punya sifat pembohong yang besar," papar Koordinator Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) Amirullah Hidayat kepada wartawan, Kamis (2/8).


Untuk itu, relawan meminta Presiden Jokowi berhenti melakukan kebohongan, sebab rakyat sudah muak dan bosan melihat kebohongan yang terus menerus dari Jokowi guna untuk pencitraan.

"Kita paham tentang kondisi mobil Esemka. Coba Jokowi tunjukkan mana kebijakan yang dikeluarkannya untuk memproses dengan melakukan kajian dan persiapan mobil itu. Rakyat tidak bodoh melihat itu," jelas kader muda Muhammadiyah tersebut.

Menurut Amirullah, sejak awal Jokowi berkuasa, relawan sudah minta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan tentang mobil nasional, terutama Esemka tetapi itu tidak pernah dipenuhi.

"Jadi, pernyataan yang dikeluarkan Jokowi bahwa Mobil Esemka sedang dalam kajian adalah kebohongan yang dilakukan seorang presiden kepada publik dan seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Dia memastikan bahwa banyaknya relawan yang meninggalkan barisan pendukung Jokowi karena tidak ada satu janji Nawacita yang dilaksanakan, termasuk berkaitan dengan mobil Esemka.

"Karena itu, Korsa mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama bagaimana mengalahkan Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 yang akan datang. Sebab ini misi suci sebagai jihad konstitusi untuk menyelamatkan Negeri," tegas Amirullah. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya