Berita

Politik

Utut: DPR Butuh Legal Drafter Yang Hebat Dan Dibayar Mahal

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 | 18:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Para anggota DPR RI tidak memiliki keahlian dalam menyusun rancangan sebuah UU. Pengakuan ini datang dari Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto.

"Memang kami mengakui, anggota DPR tidak memiliki expertise (keahlian) dalam membuat undang-undang karena kami datang dari manusia yang beragam," ungkap Utut dalam diskusi publik di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8).

Dia mengklaim anggota DPR memiliki kemampuan dalam berdebat dan cukup "jago di lapangan". Tetapi, kalau diminta menyusun kata-kata dalam draf alias rancangan UU, mereka pasti mengalami kesulitan. Semua UU yang diproduksi DPR selama ini dihasilkan orang-orang yang tidak memiliki keahlian menyusun draf aturan.


Karena itulah, politikus bergelar Grand Master Catur ini meminta Sekjen DPR RI untuk merekrut para legal drafter yang kompeten. Legal drafter adalah orang yang ahli dalam membuat draf peraturan atau UU dalam berbagai tingkatan.

"Kita perlu legal drafter yang hebat, yang bisa mencatat semua perdebatan kita. kalau perlu Prof Jimly jadi legal drafter,” kata Utut menunjuk ahli hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie, yang turut menjadi narasumber dalam diskusi.

Selain itu, Utut meminta agar legal drafter DPR RI dibayar mahal mengingat fungsinya yang krusial di dalam penyusunan UU.

"Kenapa kok tidak mau jadi legal drafter? Karena kecil," sindir Utut. [ald] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya