Berita

Foto/Net

Politik

Terkait Ijtima Ulama, PAN Punya Strategi Sendiri

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 | 00:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Partai Amanat Nasional (PAN) belum sepenuhnya menerima hasil ijtima ulama yang memandatkan Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden dan Salim Segaf Al Jufri atau Ustadz Abdul Somad menjadi bakal cawapres.

Pasalnya, tidak ada kader PAN yang masuk sebagai bakal capres maupun cawapres di situ.

"Itu tentu merupakan masukan yang sangat berharga bagi kita. Kita pertimbangkan, kita jadikan masukan yang sangat penting untuk memutuskan arah politik kita ke depan," jelas Sekjen PAN Eddy Soeparno usai pertemuan di kediaman Wakil Sekjen Partai Gerindra Angga Raka Prabowo, Kemang, Jakarta, Rabu (1/8).


Namun, partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu memiliki pandangan dan strategi sendiri terhadap hasil ijtima ulama. PAN tetap masih mengusung Zulkifli sebagai bakal capres atau cawapres berdasarkan Rakernas 2017.

"Tapi kami sebagai partai politik tentu punya prosedur dan mekanisme sendiri untuk menentukan keputusan kita yang sangat strategis terkait pilpres," jelas Eddy.

Tidak seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah memberikan sinyalemen bahwa rekomendasi ijtima ulama sebagai harga mati sebagai keputusan koalisi, sementara PAN masih mempertimbangkan.

"Jadi saya pikir proses tetap berjalan, PAN tetap berbicara dengan semua pihak, dengan semua tokoh. Dengan harapan bahwa dalam kurun waktu beberapa hari ke depan sudah ada opsi," pungkas. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya