Berita

Fadli Zon/RMOL

Politik

Ingatkan Wiranto, Fadli Zon: Nanti Kepercik Muka Sendiri!

SELASA, 31 JULI 2018 | 19:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengaku akan segera membentuk tim gabungan terpadu yang bertugas untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM masa lalu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai sebaiknya pemerintah tidak perlu mengungkit-ungkit lagi masa lalu.

"Saya kira sudahlah, nanti bisa memercik muka sendiri. Isu-isu itu basi dan Pak Prabowo tidak terbukti kok," ucap Fadli saat ditemui di kediaman Neno Warisman, Kelapa Dua, Depok, Selasa (31/7).


Fadli pun meminta pemerintah khususnya Wiranto, untuk menafsirkan sendiri soal kepercik muka sendiri. Dapat ditarik kesimpulan jika Wakil Ketua DPR ini menuding Wiranto sebagai aktor pelanggar HAM yang sebenarnya.

Isu lama yang terus digunakan sejak Pilpres tahun 2014 itu menurut Fadli, seperti kaset rusak yang terus diputar namun tetap tidak laku.

"Itu isu basi lah, kaset rusak yang terus diputar karena kehabisan isu," pungkasnya.

Menko Polhukam Wiranto menilai, tim terpadu tersebut nantinya akan membedah satu persatu dari setiap dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Tak hanya itu, Wiranto juga menugaskan tim itu untuk menyelidiki faktor penghambat mengapa kasus-kasus tersebut tak terselesaikan.

Penilaian publik mengarah pembentukan tim terpadu itu guna menjegal langkah Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, Prabowo pernah menempati posisi strategis di TNI AD saat kerusuhan 98 lalu. Namun saat peristiwa itu, Wiranto menjadi Panglima TNI. [fiq]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya