Berita

Dwi Wahyu Daryoto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Dwi Wahyu Daryoto: Hitungan Keekonomian Kami Tarif LRT Rp 15.000, Keputusan Finalnya Belum Tahu

SENIN, 30 JULI 2018 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencopot Satya Heragandhi dari jabatan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo atau Jakpro. Pencopotan ini tak terlepas dari adanya cata­tan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan aset Pemprov DKI. "Jadi salah satu keinginan kita terutama adalah soal penataan aset. Jakarta ini PR terbesar dari BPK kemarin adalah pengelolaan aset," ka­ta Anies di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Lantas eks Menteri Pendidikan itu memilih bekas Direktur Manajemen Aset Pertamina, Dwi Wahyu Daryoto menggantikan Satya. Dwi dinilai Anies punya kompetensi dan pengalaman dalam pengelolaan aset. Kepada Rakyat Merdeka Dwi mema­parkan targetnya membenahi catatan yang dilakukan BPK kepada Pemprov DKI. Berikut penjelasan selengkapnya.

Bagaimana Anda membe­nahi aset Jakpro?
Kalau aset Jakpro mestinya sesuai dengan norma-norma korporasi saja. Aset-aset ini akan kami optimalkan sesuai governance yang ada. Tentunya pertama sebagai tujuan korporasi harus mendapatkan keuntungan dan jangan sampai dengan bekerjasama malah dirugikan. Kedua, tidak terlepas dari tujuan sosial kami sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang artinya untuk kesejahteraan masyarakat.

Kalau aset Jakpro mestinya sesuai dengan norma-norma korporasi saja. Aset-aset ini akan kami optimalkan sesuai governance yang ada. Tentunya pertama sebagai tujuan korporasi harus mendapatkan keuntungan dan jangan sampai dengan bekerjasama malah dirugikan. Kedua, tidak terlepas dari tujuan sosial kami sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang artinya untuk kesejahteraan masyarakat.

Contohnya apa?
Seperti depo (penetralam keadaan) Light Rail Transit itu ren­cananya nanti kalau sudah jadi akan kami optimalkan dengan bangunan rumah susun, atau apartemen sederhana yang jum­lahnya hampir 3.000 unit. Hal ini kan salah satu optimalisasi aset yang bisa mendukung program perumahan DP Rp 0 misalnya. Pokoknya masih banyak lagi.

Berapa besar aset Pemprov DKI Jakarta yang tercecer di Jakpro?

Kami belum tahu, lebih tepatnya aset pemprov itu ada di bawah Badan Pengelola Aset Daerah. Akan tetapi ada juga beberapa aset yang mungkin akan diserahterimakan ke Jakpro untuk dikelola. Contohnya velo­drome, mengingat velodrome itu bukan asetnya Jakpro melainkan asetnya pemda. Kami memban­gun berdasarkan penugasan dari pemda. Jika sudah selesai kami kerjakan maka kami serahkan kembali ke pemda.

Velodrome itu kan sebagai persiapan venue Asian Games 2018, lantas kalau Asian Games sudah selesai siapa yang mengelola?
Nah, untuk pengelolaan setelah Asian Games apakah akan dioptimalkan oleh pemda atau Jakpro itu kami belum tahu. Sebab memang harus kami opti­malkan. Kalau seandainya tidak dioptimalkan nanti biaya peme­liharaannya bagaimana. Sayang sudah bangun mahal-mahal tidak bisa dipelihara dengan baik dan tidak bisa dinikmati masyarakat. Nah, hal ini nanti mekanismenya mungkin harus ada penyerahan aset tersebut dari pemda ke Jakpro.

Selain velodrome apalagi?
Equestrian juga asetnya pem­da. Ingat asetnya ya. Kalau tanahnya Pulomas itu tanah Pulomas.

Bagaimana Anda mengelola aset Pemprov DKI sebagaima­na catatan BPK?

Kalian mungkin berpengaruh dengan sistem dari Pak Gubernur Anies yang mengatakan, nanti harusnya ada perbaikan aset yang menjadi komentar dan so­rotan dari BPK. Padahal BPK itu sudah mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian alias WTP artinya sebagai signifikan isu.

Saya dulu mantan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), jadi saya tahu apa kriteria badan audit sep­erti BPK mengeluarkan opini. Jadi opini itu ada beberapa level­nya. Nah, opini WTP itu menjadi yang paling tinggi levelnya arti­nya yang paling baguslah.

Nah, hal itu secara signifikan isu tidak ada. Namun tidak menghilangkan suatu adanya re­komendasi. Tetap ada rekomen­dasi-rekomendasi yang tidak siginifikan yang itu merupakan suatu perbaikan berkelanjutan. Nah, mungkin Pak Gubernur Anies dan Pak Wagub Sandi, ya namanya organisasi harus ada perbaikan. Isu-isu yang dirilis BPK bukan isu yang signifikan.

Prioritas Jakpro ditangan Anda seperti apa?

Prioritas saya sederhana, saya ingin membantu teman-teman di Jakpro, pemda, dan juga sebagai pemegang saham dalam hal ini gubernur dan wagub mencapai visi misi Jakpro.

Sebagaimana visi misi Jakpro ialah Jujur, Action, Kompeten, Profesional, Respek, dan Open/ Transparan. Sedangkan untuk mencapai visi itu saya minta ke teman-teman di Jakpro agar se­muanya bekerja sesuai nilai-nilai perusahaan.

Apa fokus Anda ke depan­nya untuk Jakpro?
Paling penting ini dalam wak­tu 1-2 bulan ke depan Asian Games, LRT, velodrome, dan equestrian. Nah ini yang men­jadi penugasan dari pemegang saham. Untuk LRT akhir bu­lan ini insya Allah sudah siap. Sebab kontraktor LRT yaitu PT Wika bekerja 24 jam. Pastinya mereka memobilisasi 250-300 orang yang kerja siang maupun malam. Akan tetapi pesan dari Pak Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi yang terpenting adalah keamanan. Insya Allah di akhir bulan ini selesai dan bisa digunakan untuk Asian games.

Harga dan jam operasinya sudah ditentukan?

Sekarang dalam proses. Akan tetapi hitungan keekonomian kami sudah ada. Ada juga saran harga dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. Nanti kami diskusikan juga harga yang ditetapkan pemda-nya. Setelah itu masih harus konsultasi ke DPRD DKI. Pasalnya kemung­kinan harga keekonomian beda dengan harga yang ditetapkan. Nah, selisihnya inilah yang akan menjadi public service obligation. Pada akhirnya yang menentukan itu pemda.

Berapa kisaran harganya?
Kalau usulan dari BPTJ kurang lebih Rp 10.600.

Kalau kisaran harga dari Jakpro kurang atau lebih dari angka tersebut?
Hitungan keekonomian kami Rp 15.000, jadi di atas Rp 10.600. Pak Menhub juga tahu harga dari kami segitu. Jadi selisih 4000-5000 itu subsidi pemerintah. Akan tetapi keputusan final-nya kami belum tahu mengingat bisa saja DPRD DKI maunya Rp 7000.

Sudah bertemu dengan DPRD DKI?

Belum. Tapi tetap penen­tuan harga sebelum 18 Agustus. Pemda sama DPRD sekarang masih dalam proses. Jika nanti sampai hari pelaksanaan Asian Games dimulai sementara har­ganya belum ditetapkan, maka tinggal digratiskan saja. Atau bisa nanti diintegrasikan dari mulai Kelapa Gading vele­drome ada bus kecil mem­bantu ke Transjakarta. Lalu diangkut ke Dukuh Atas melalui Transjakarta.

Kalau koridor II sudah dibangun?

Secara garis besar sudah, sebab penentuan koridornya juga sudah. Sementara detailnya masih dalam proses.

Setelah Asian Games usai, proyek apa yang menjadi fokus Jakpro?

Ada proyek Intermediate Treatment Facility atau ITF, proyek jalan tol kerjasama Cinere-Serpong. Banyak, kalau disebutkan satu per satu nanti banyak kontraktor swasta yang melirik. ***

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya