Berita

Foto/RMOL

Politik

Eggi Sudjana: Soal Bunda Neno, Polisi Jangan Pilih Kasih!

MINGGU, 29 JULI 2018 | 18:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sikap aparat keamanan khususnya polisi menjadi sorotan dalam kasus yang menimpa aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman di Batam dinihari tadi.

Menurut aktivis senior Eggi Sudjana, Polisi punya UU 2/2002. Di mana peran dan fungsinya telah diatur sedemikian rupa dalam menjaga setiap warga negara.

"Itu harus melayani, mengayomi dan melindungi, itu Tribrata. Pertanyaan seriusnya, emang dia melindungi Bunda Neno dan kita-kita yang ingin ganti presiden? Bagaimana melayaninya? Dalam artian supaya tidak diganggu," seloroh Eggy di hotel Peninsula, Jakarta, Minggu (29/7).


Menurutnya, polisi tidak adil dan terlihat memihak ke kubu Jokowi. Atas hal itu, kata dia, wajar jika nantinya masyarakat sudah tidak lagi percaya kepada aparat kepolisian.

"Tidak mengurangi hormat saya ke Pak Tito ya, saya bersahabat dengan beliau, ini mohon ditegur. Enggak boleh begitu, kalau saya yakin Pak Tito netral," bebernya.

Akan aneh jika pemimpinnya sering menyatakan kenetralan tetapi bawahannya tidak netral. Eggy menegaskan agar polisi jangan pilih kasih.

"Semuanya ya harus dilindungi dong, jangan pilih kasih, nanti bagaimana jika masyarakat tidak percaya lagi," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman akhirnya bisa keluar dari Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau pada Minggu (29/7) dinihari.

Neno sebelumnya dihadang oleh sekelompok orang yang menolak kedatangannya di Batam. Mereka membentangkan berbagai spanduk yang menolak kedatangan Neno cs dengan menyebutnya sebagai pemecah belah umat. [fiq]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya