Berita

Foto/Net

Politik

KPU Sengaja Bikin Silon Bermasalah

KAMIS, 26 JULI 2018 | 14:49 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Komisi Pemilihan Umum disebut sengaja membuat Sistem informasi Pencalonan (Silon) bermasalah. Sehingga bisa mengajukan tambahan anggaran.

Menurut Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Forum Konsolidasi Untuk Pemilih Berdaulat, jika hal itu terjadi maka pemilih menjadi pihak yang dikorbankan.

"Yang menjadi korban pemilih karena hak tidak bisa diberikan penuh. Gerakan kedaulatan pemilih didorong terus agar KPU bekerja untuk kepentingan pemilih," ujar Koordinator Tepi Jeirry Sumampow kepada wartawan, Kamis (26/7).


Dia menjelaskan, KPU wajib membuka akses publik terkait rekam jejak para bakal calon anggota legislatif di semua tingkatan. Pasalnya, Silon KPU membuat proses tahapan sulit diakses karena tidak bisa memfasilitasi pemilih.

"(Silon) hanya bisa diakses bagi yang menggunakan tapi kami susah akses daftar caleg," sesal Jeirry.

Selain itu, dengan membuka akses publik terhadap rekam jejak bakal caleg, masyarakat dapat mengetahui informasi seluasnya.

KPU sendiri pernah menyatakan akan membuka akses data. Namun, hingga saat ini belum diketahui kapan akses tersebut dibuka ke publik.

"Di luar sudah beredar desas-desus mantan narapidana, artis, tentara, tetapi seberapa valid data tidak bisa pastikan. Kami minta akses ini bisa diakses publik. Data itu harus disampaikan kepada publik, tak bisa disimpan sendiri oleh KPU," demikian Jeirry. [wah]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya